Kamis 18-06-2026,19:46 WIB
Reporter:
Surya Elviza|
Editor:
Risza S Bassar
Terdakwa kasus pembunuhan Rince Silalahi di Simpang Rimbo.-suryaelviza/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kasus pembunuhan Nan menewaskan Linceria Silalahi (51), pemilik ruko di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, kembali sebagai perhatian publik setelah bukti-bukti mengejutkan terungkap internal persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis 18 Juni 2026.
Perkara Nan sempat menggemparkan Penduduk Jambi itu saat ini memasuki tahap Krusial. internal sidang Nan dipimpin Ketua Majelis Hakim Otto, Jaksa Penuntut Biasa menyuguhkan tiga saksi dari unsur kepolisian, Merupakan penyidik Polda Jambi, Polres Batanghari, dan Polres Bungo.
Dari keterangan para saksi dan pengakuan terdakwa Efendi di persidangan, terungkap rangkaian peristiwa Nan disinyalir berujung pada tewasnya korban di internal ruko miliknya.
internal persidangan, terungkap bahwa tindakan perampokan tersebut disinyalir berawal dari ajakan Ahmad, Nan teridentifikasi merupakan tetangga korban.
lafal JUGA:Menembus Rimba Merangin, Bank Jambi dan OJK Bawa tujuan Akbar hasilkan ketika Ambang Etnis Anak internal
Efendi mengaku sebelum menjalankan aksinya, dirinya Seiring Ahmad dan Riki terlebih dahulu mengonsumsi narkotika jenis sabu di kawasan Nusa Pandan.
Setelah itu, Sekeliling pukul 07.00 WIB, ketiganya mendatangi toko milik korban berdua modus berpura-pura sebagai pembeli.
Menurut keterangan Efendi di hadapan majelis hakim, ketika itu Riki berpura-pura Mau mendapatkan mi instan. Namun dikarenakan Duit Nan dibawanya Tak lumayan, korban dikatakan menegurnya.
“Kalau Tak Eksis Duit jangan beli di sini,” demikian keterangan Nan disampaikan Efendi ketika mengulangi perbicangan Nan terwujud sebelum insiden tersebut.
lafal JUGA:sedia-sedia lorong-lorong! Ini Penetapan Jadwal Libur Sekolah dari Dinas Pendidikan Batang masa
Tak lamban setelah perbicangan itu, situasi berubah sebagai mencekam.
Berdasarkan keterangan Nan terungkap di persidangan, Riki disinyalir langsung memukul korban memakai tongkat hingga terjatuh.
Efendi kemudian mengakhiri rolling door toko, Fana Ahmad dikatakan telah Tak terlihat lagi di Letak peristiwa.
Meski merasakan serangan, korban dikatakan Tetap Berjuang melaksanakan perlawanan.
tinjau Warta dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: