PROBOLINGGO, iNewsSurabaya.id – Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Polda Jawa Timur, tercapai menyingkap misteri penemuan jenazah Pria di lahan Hampa lorong Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Pria tersebut diperkirakan berperan korban pembunuhan.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri menerangkan, setelah dijalankan penyelidikan selama 10 masa sejak jenazah terungkap pada Sabtu (4/7/2026), polisi tercapai menetapkan korban. Korban teridentifikasi berinisial SA (36), Penduduk Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dari keluaran penyelidikan tersebut, polisi melindungi AN (32), Penduduk Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. 

“AN sekarang telah ditentukan sebagai tersangka dikarenakan diperkirakan tangguh berperan pelaku tunggal dugaan pembunuhan tersebut,” ungkapan Rico, Sabtu (18/7/2026).

Dari penyelidikan teridentifikasi, peristiwa ini bermula pada Jumat (3/7/2026) Sekeliling pukul 13.00 WIB. ketika itu, korban menghubungi AN hasilkan Berjumpa di Terminal Bayuangga. Setelah Berjumpa, keduanya menuju Griya tersangka di Desa Jangur. Keduanya kemudian berkeliling memakai sepeda motor milik korban hingga gelap masa. 

Di inti perjalanan, korban diperkirakan melaksanakan tindakan Tak menyenangkan. Seperti memeluk, meraba, dan mencium leher tersangka dari belakang ketika motor sedang melaju. merasakan mendapat resistensi, tersangka risi dan sakit batin. 

Sekeliling pukul 00.00 WIB, mereka kembali ke Kota Probolinggo dan berhenti di kawasan Pantai Permata. Letak tersebut diakui kerap berperan Loka keduanya Membikin siaran langsung (live) di app media sosial. Di Letak Pantai Permata inilah tindakan nekat tersebut terwujud. Tersangka memungut sebuah palu Nan berada di bagian dalam bagasi sepeda motor korban.
“Tersangka memukul kepala korban berulang kali hingga terjatuh, Lampau mencekik leher korban Tiba Tak berdaya,” cerah Rico.

Tak berhenti di situ, tersangka kemudian memungut pisau pemotong (cutter) dari bagian dalam tas korban dan menyayat bagian bibir serta lehernya. Tindakan sadis ini sengaja dijalankan hasilkan mengelabui petugas. “Pengakuan tersangka, hal itu dijalankan hasilkan mengaburkan motif pencurian. Ia Mau Membikin seolah-olah pembunuhan ini didasari oleh dendam pribadi atau kemarahan,” tambahnya.

Setelah menjamin korban meninggal Bumi, tersangka menyeret jasad korban sejauh 50 meter ke area ladang. Ini merupakan Letak di mana mayat pada akhirnya terungkap Penduduk. Tersangka kemudian membawa kabur sepeda motor, tas berisi dompet, dan ponsel milik korban.

hasilkan menghilangkan jejak, tersangka sempat menitipkan sepeda motor korban di area parkir Griya Sakit Wonolangan selama tiga masa. Motor tersebut pada akhirnya dijual melalui marketplace kepada seorang pembeli di area Klakah, Kabupaten Lumajang, seharga Rp4 juta. Fana itu, tas dan ponsel korban dibuang ke pinggir sungai di Ambang SPBU Klakah. “saat ini, kami Tetap melaksanakan pencarian terhadap sepeda motor milik korban,” Jernih Rico.

bagian dalam pengungkapan kasus ini, polisi tercapai melindungi sejumlah barang kabar. Antara lain, Esa Pangkas kaus merah, Esa Pangkas sarung hitam motif batik, Esa pasang sandal hitam, potongan pisau cutter, Esa  unit ponsel Rona biru, Esa set joran pancing beserta sarungnya dan Esa  buah helm Rona merah.

“Berdasarkan keluaran penyidikan Fana, motif pembunuhan diperkirakan dipicu Selera sakit batin tersangka terhadap tindakan korban. Ditambah Unsur ekonomi Nan mendorong tersangka hasilkan menguasai harta Barang milik korban,” pungas Rico.

Editor : Arif Ardliyanto

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *