Dua eksekutor berdarah sejuk tersebut Ialah AP (27) dan GPM (29). Keduanya tak berkutik ketika digerebek tim opsnal di sebuah penginapan OYO kawasan jalur Panglima Denai, Medan Amplas, pada Jumat (14/8/2026) permulaan saat Sekeliling pukul 03.30 WIB.
Direktur Reserse Kriminal Biasa Polda Sumut, Kombes Pol Cornelius Mangarahon Simanjuntak, menuturkan kronologi mengerikan di kembali peristiwa ini. Sebelum pembunuhan menyusuri, AP dan GPM terungkap center asyik mengonsumsi sabu di sebuah warung internet (warnet) pada Rabu (12/8/2026) sunyi.
Namun, ketika kristal haram tersebut habis, nafsu kedua pelaku ciptakan berikut “nyabu” Malah makin memuncak. tak memakai Duit sepeser pun di kantong, benak mereka mendadak dipenuhi niat jahat melancarkan perampokan berdarah.
“Motif utamanya Ialah mencari Duit. dikarenakan permulaan mulanya mereka sedang nyabu, Lampau kehabisan bahan Fana mereka Tetap Mau mengembangkan. dikarenakan Tak mempunyai Duit, mereka mengagendakan memungut Duit korban berbarengan jejak melaksanakan pembunuhan,” pastikan Kombes Pol Cornelius Mangarahon Simanjuntak di Mapolda Sumut, Kamis (27/8/2026).
Skenario maut pun disusun. AP dan GPM memesan layanan transportasi daring. Mengerikannya, pelaku sempat membatalkan pesanan pertama dikarenakan menyaksikan postur tubuh driver permulaan dinilai terlalu tegap dan Handal ciptakan dilumpuhkan.
Niat jahat mereka anyar dieksekusi ketika orderan kedua diperoleh oleh Riyan Alamsyah Nan mengendarai mobil Daihatsu Ayla.
internal pembagian peran tindakan keji tersebut, AP bertindak sebagai otak pelaku Nan mengagendakan pembunuhan sekaligus menjerat leher korban dari belakang memanfaatkan ikat pinggang secara brutal. Fana GPM bertugas memesan platform dan menolong melaksanakan tindakan kekerasan hingga korban tak berdaya.
Usai melumpuhkan korban, kedua pelaku membawa lari mobil Daihatsu Ayla milik Riyan ke kawasan perkebunan tebu di jalur Segitiga, Dusun 22, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. tak memakai Selera iba, tubuh korban dibuang begitu saja di area perkebunan.
Tak butuh Masa lamban distribusi para pelaku ciptakan menukarkan output kejahatan berdarah tersebut berbarengan rupiah. Mobil milik korban langsung dilego Sigap berbarengan biaya miring, Merupakan Rp17 juta.
output pengembangan kepolisian Beralih Sigap ke kawasan pesisir. Polisi tercapai meringkus dua orang penadah Nan menampung mobil curian tersebut di wilayah Belawan.
“Letak penadahnya di Belawan. ciptakan kasus pembunuhan ini, tersangkanya murni hanya dua orang, Adalah AP dan GPM. Tak Eksis tersangka lain internal tindakan pembunuhan,” naik Cornelius.
Berdasarkan pelacakan rekam jejak kepolisian, kedua pelaku terungkap anyar kali pertama ini melaksanakan kejahatan kriminal berat banget. Meski demikian, polisi menegaskan Tak Eksis penangguhan distribusi kejahatan sekeji ini. ketika ini penyidik juga center membongkar network pemasok sabu Nan menyuplai kedua pelaku di warnet tersebut.
Terancam Hukuman Wafat!
Atas tindakan barbar Nan menghapuskan nyawa orang lain, AP dan GPM sekarang mendekam di sel tahanan Mapolda Sumut. Polisi menjerat kedua tersangka berbarengan pasal berlapis, Merupakan Pasal 459 subsider Pasal 458 dan/atau Pasal 479.
Ancaman hukuman Nan menanti kedua pelaku Tak main-main. Cornelius menegaskan, pasal terberat Nan disangkakan membawa ancaman pidana Wafat, penjara seumur Hayati, atau pidana penjara paling lamban 20 tahun.