Surabaya (beritajatim.com) – Personil opsnal Unit Reskrim Polsek Sukolilo menangkap empat Jambret sadis Nan telah menewaskan dua Penduduk Surabaya, Jumat (28/8/2026) kemarin di jalur Tidar.

Dari keluaran pemeriksaan Fana, komplotan begal sadis ini telah beraksi di 10 Loka peristiwa Perkara (TKP) di Surabaya.

Informasi Nan dihimpun beritajatim, penangkapan empat pelaku begal itu berasal dari Personil reskrim Polsek Sukolilo Nan mendapat laporan tindakan jambret di Ambang Kelurahan Gebang Putih, Senin (24/8/2026) sore. Keempat jambret Nan ketika itu beraksi Ialah Riswanda Prasetyo Handoko (27), Resta Marvianadi (40), Rico Andrean Febrian (26), dan M berkualitas Prakoso (26) . Keempat pelaku merupakan Penduduk Jl Tembok Dukuh, Bubutan.

Dari tindakan di Ambang Kelurahan Gebang Putih itu, keempat pelaku tercapai mendapatkan kalung emas beserta liontin emas berbarengan keseluruhan beban tiga gram.

“Setelah beraksi di area aturan Sukolilo, kami telusuri dan lakukan penyelidikan. Patroli opsnal Reskrim juga kami tingkatkan ciptakan memburu pelaku,” ucapan Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Arie Widodo.

Berbekal rekaman CCTV Nan telah ditangani pasca peristiwa di Ambang Kelurahan Gebang Putih, tim opsnal Nan mendapat julukan ‘Macan Sukolilo’ terus berburu. Alhasil, empat saat kemudian keliru Esa Personil opsnal reskrim Polsek Sukolilo Nan sedang patroli mendapati keempat pelaku melintas di area Gebang.

“Personil Nan menyaksikan keempat pelaku Lampau mengejar. Tiba di Tambaksari, mereka beraksi Lampau kabur. Alhamdulillah keempat pelaku tercapai kita amankan di Sekeliling jalur Tidar setelah kejar-kejaran,” imbuhnya.

Setelah ditangani, keempat pelaku diajak ke Polsek Sukolilo ciptakan menjalani pemeriksaan. Dari keluaran penyelidikan polisi terungkap Resta dan Riswanda pernah ditahan dua kali dikarenakan perkara Nan Baju.

“Fana pengakuan mereka telah beraksi di 10 Letak. Dua diantaranya Eksis di area aturan Sidoarjo. Fana sisanya (8 Letak) di Surabaya. Termasuk Nan di jalur Merr dan Mulyosari itu Nan korbannya meninggal Bumi dikarenakan Anjlok dari motor,” jelasnya.

Fana itu, Resta ketika diwawancarai mengaku menyesali perbuatannya. Resta pun menyetujui Kalau ia tahu dua korbannya meninggal Bumi. Namun, ia mengaku terpaksa melaksanakan hal tersebut dikarenakan terdesak kebutuhan ekonomi.

“Iya Saya menyesal. Saya kapok pak,” sesalnya. (ang/ted)

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *