PASAMAN, METRONasib tragis dialami seorang bocah kelas VI Sekolah Asas (SD) di tertarik Mulia, Jorong Sentosa, Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, Kamis (3/9). Pasalnya, ia terdeteksi tewas di Griya tetangganya usai dibunuh secara keji.

Korban berinisial A berusia 12 tahun ini dibunuh berdua tapak dicekik selama extra dari Esa menit. Mirisnya lagi, pembunuhan itu dipicu hanya dikarenakan masalah sepele. Pelaku berinisial F (30) kesal lantaran Handphone (Hp) Nan dipinjam korban terlambat dikem­balikan.

Pembunuhan itu pun sontak menghebohkan war­ga setempat hingga ber­kerumun di Letak. Je­nazah korban lalu dievakuasi ke Griya sakit ciptakan dikerjakan visum. Fana itu, Polisi dari Polsek Panti dan Tim Satreskrim Polres Pasaman langsung mengerjakan olah Loka peristiwa perkara (TKP).

extra dari Esa jam usai peristiwa, Polisi menangkap pelaku F Nan bersembunyi di Griya saudaranya di kawasan Kauman, Kecamatan Rao Selatan. sekarang, pelaku F telah ditangani di Mapolres Pasaman ciptakan menjalani tahapan legalitas extra terus. lagian jenazah korban dimakamkan pada Jumat (4/9).

Kasat Reskrim Polres Pasaman, Iptu Hadyan Hawari berucap, peristiwa pembunuhan tersebut melangkah Sekeliling pukul 15.00 WIB. Dari pengakuan pelaku,  peristiwa bermula ketika korban tiba ke Griya F ciptakan meminjam Hp miliknya.

“Hp itu lalu di­be­rikan kepada korban. Namun, Sekeliling lima menit kemudian pelaku kembali menginginkan ponselnya. Korban disinyalir Tak langsung me­ngem­balikannya Hp ter­­kata. Setelah dua me­nit kemudian, korban penutup­nya mengembalikan Hp kepada pelaku,” ungkapan Iptu Hadyan Hawari, Jumat (4/9).

Dijelaskan Iptu Hadyan Hawari, korban Nan terlambat mengembalikan Hp, di­kira Membikin pelaku kesal. Setelah Hp di­kem­balikan, pelaku F langsung mencekik leher korban selama extra turun 10 menit hingga korban tak Beralih lagi.

“Pelaku ini sempat panik dikarenakan korban Tak Beralih. Pelaku menanggalkan tangannya dari leher korban dan meninggalkan Griya melalui realisasi masuk belakang. Pelaku F kemudian kesana memanfaatkan becak motor menuju Griya saudaranya bernama Rahmad di kawasan Kauman, Kecamatan Rao Selatan,” Jernih Iptu Hadyan Hawari.

Iptu Hadyan Hawari menyambung, kepada sudaranya itu, pelaku F pun menceritakan peristiwa Nan anyar saja melangkah dan menginginkan Rahmad me­nge­periksa kondisi korban. Saksi Rahmad kemudian mendatangi Griya F.

“Setibanya di Letak, saksi menyaksikan korban internal wilayah telentang di atas kasur dan Tak Beralih, Lampau memberitahukan kondisi tersebut kepada Penduduk Sekeliling. Setelah dicek, korban ternyata telah meninggal Bumi. Kasus itu kemudian diinformasikan ke Polisi,” ujar Iptu Hadyan Hawari.

Menurut Iptu Hadyan Hawari, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi Letak ciptakan mengerjakan olah TKP Lampau menjaga pelaku di wilayah Kauman. ketika ini, nyidik Tetap mendalami motif dan rangkaian peristiwa tersebut, termasuk mengerjakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“ketika ini kami Tetap mengerjakan pemeriksaan dan pendalaman. ciptakan motif maupun pasal Nan dijalankan, Tetap menanti keluaran penyelidikan dan pemeriksaan extra terus. Terhadap jenazah korban, setelah dikerjakan visum, lalu diserahkan kepada keluarga ciptakan dimakamkan,” tutupnya. (*)



By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *