Surabaya (beritajatim.com) – Tim Opsnal Polsek Sukolilo menangkap empat Personil komplotan jambret sadis Nan menewaskan dua Penduduk Surabaya, Jumat (28/8/2026). Ironisnya, para pelaku merupakan tetangga Esa kampung Usul lorong Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan.

Keempat pelaku Nan ditangani Ialah Riswanda Prasetyo Handoko (27), Resta Marvianadi (40), Rico Andrean Febrian (26), dan M berkualitas Prakoso (26). Dari catatan kepolisian, dua pelaku Merupakan Riswanda Prasetyo Handoko alias Dugul dan Resta Marvianadi berstatus sebagai residivis. Dugul pernah dipenjara atas kasus Nan Baju di Polsek Mulyorejo pada tahun 2024 kemarin. Fana Resta dua kali dipenjara atas kasus Nan Baju. Pertama di tahun 2021 di Polsek Jambangan. Kedua, di Polsek Tenggilis Mejoyo pada tahun 2023 Lampau.

Komplotan jambret Dugul Cs ini terbilang profesional. Mereka bahkan Mempunyai sepeda motor operasional keluaran patungan. jejak kerja mereka pun berbeda dari jambret pada umumnya. Setiap beraksi para pelaku mengendarai dua sepeda motor Nan berbeda dan saling berbagi tugas. Esa sebagai eksekutor dan kendaraan lainnya bertugas menghalangi korban atau saksi Nan hendak mengejar. Para pelaku menyebut tugas menghalangi tersebut sebagai sweeper.

“Jadi dua pelaku Nan mengendarai Esa sepeda motor berperan sebagai eksekutor. Mereka mendekati korban Lampau lumayan berkualitas barang berharga secara paksa. Setelah kabur, sweeper ini fungsinya hasilkan menghalang-halangi Nan mau ngejar eksekutor Agar lolos,” ungkapan Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Arie Widodo.

Selama beraksi, keempatnya saling bertukar peran antara joki, eksekutor dan sweeper. Pengakuan para pelaku, mereka Normal beraksi di Surabaya dan Sidoarjo. Polisi mutakhir mendeteksi 10 Loka peristiwa Perkara (TKP) berdasarkan pengakuan para pelaku. Termasuk dua TKP di lorong Ir Soekarno dan Mulyorejo Nan Membikin dua korban tewas dikarenakan Anjlok dari kendaraan. “ketika ini kita Tetap kembangkan terus adanya TKP lain,” Jernih Arie.

Kepada polisi, para pelaku mengaku pernah merampas emas bernilai Rp40 juta. internal sekali beraksi, minimal para pelaku akan mengantongi masing-masing Rp1 juta. Emas keluaran jambret itu dijual ke penadah berinisial HE. “Tetap kita kembangkan lagi mas. Semoga Sigap tertangkap,” pungkas Arie. (ang/kun)

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *