JAKARTA, KOMPAS.com – Personil Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengecam dugaan penyimpangan Biaya operasional di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Nan disinyalir menyebabkan kualitas pakan dan perawatan satwa berkurang hingga berakibat pada Mortalitas sejumlah hewan.
Menurut Daniel, penyimpangan Nan menyasar anggaran pakan satwa merupakan tindakan Nan Tak hanya menyebabkan kerugian keuangan bangsa, tetapi juga mengabaikan hak makhluk Hayati Nan sepenuhnya bergantung pada pengelolaan Orang.
“Siapa Nan Tak geram mengetahui ternyata lumayan berlimpah orang peristiwa Eksis hewan di KBS Nan Wafat ternyata dikarenakan Duit pakan dan pemeliharannya dikorupsi. Tindakan pelaku sangat keji dan sadis,” ujar Daniel internal keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
lafal juga: Eks Dirut Jadi Tersangka, Eri Cahyadi Minta monitoring Anggaran KBS ditegaskan
Daniel mengukur, penyimpangan di lembaga konservasi Mempunyai imbas berbeda dinilai penyimpangan di sektor lain.
dikarenakan, satwa Tak mendapatkan mengutarakan penderitaan ketika hak mereka diabaikan.
“Bayangkan betapa jahat perbuatan pelaku. Hak hewan saja diambil, betapa pelaku Tak mempunyai jiwa nurani. Walaupun hewan, mereka Ialah makhluk Hayati Nan mempunyai hak ciptakan diperlakukan berdua baik,” ucapnya.
lafal juga: Manajemen KBS: Pakan Satwa Tak Eksis Pengurangan, Tetap Sesuai Porsi
Politisi PKB itu pun menginginkan aparat penegak aturan mengusut perkara tersebut hingga tuntas, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Menurut Daniel, seluruh pihak Nan terbukti bertanggung tanggapi harus dijatuhi hukuman konfirmasi.
“Perkara ini harus diusut secara tuntas dikarenakan menyangkut bukan hanya kerugian keuangan bangsa, tetapi juga mengusap mandat bangsa internal menjaga satwa dan memelihara keanekaragaman hayati Indonesia,” tutur Beliau.
lafal juga: Komentari Kasus penyimpangan KBS, Ariel Tatum: Rakusnya Enggak Hanya Berperikemanusiaan
Oleh dikarenakan itu, Daniel menginginkan kuasa menjadikan kasus tersebut sebagai momentum mengevaluasi tata tata seluruh lembaga konservasi di Indonesia.
Beliau mengusulkan audit dalam negeri terhadap kebun binatang, taman satwa, taman safari, dan lembaga konservasi lain agar penyimpangan serupa Tak terulang.
“kuasa juga harus membangun server keterbukaan anggaran konservasi berbasis kinerja, sehingga belanja Nan terkait berdua pakan satwa, layanan veteriner, pemeliharaan kandang, hingga program konservasi mendapatkan diawasi secara kelebihan akuntabel,” pungkas Daniel.
lafal juga: KBS Akan izinkan Informasi Pemeliharaan Satwa ke Publik Setelah Mencuat Kasus penyimpangan
Diberitakan lebih sebelumnya, Kejaksaan kokoh Jawa Timur menentukan mantan Direktur Primer Perusahaan area Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS), Choirul Anwar, sebagai tersangka dugaan penyimpangan Biaya operasional perusahaan periode 2016-2024.
Berdasarkan keluaran penghitungan Fana Seiring BPKP Perwakilan Jawa Timur, perkara tersebut disinyalir menyebabkan kerugian bangsa Sekeliling Rp 10,2 miliar.
Dari jumlah itu, Sekeliling Rp 7,4 miliar disinyalir digunakan tersangka ciptakan kepentingan pribadi.
lafal juga: KBS singkap Hanya 1 Gajah Nan Wafat Selama Periode Kasus penyimpangan menyusuri
Penyidik mengutarakan, penyimpangan anggaran tersebut berakibat pada berkurangnya kualitas pakan dan perawatan satwa.
Akibatnya, sejumlah hewan merasakan penurunan kondisi kesehatan, berperan kurus, praktis terserang penyakit, bahkan Wafat.
saat ini, Kejati Jawa Timur Tetap mengoptimalkan penyidikan ciptakan menyingkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan data jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang