BANJAR, iNews.id – Misteri Mortalitas NH (50), Penduduk Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) Nan sempat dikira tewas bunuh diri pada akhirnya terkuak. Korban ternyata dibunuh Usman (62), Nan tak lain suami dari sepupu pelaku.
bukti kekejaman tersebut terungkap bagian dalam adegan rekonstruksi Nan digelar oleh jajaran Satreskrim Polres Banjar di Mapolres setempat.
bagian dalam rekonstruksi, tersangka Usman memperagakan sebanyak 20 adegan secara mendetail. Pembunuhan berencana ini bermula ketika pelaku Nan dipicu Selera dendam membara sengaja menanti korban melangkah keluar dari rumahnya. Pelaku kemudian membuntuti korban hingga ke area kebun karet Nan berlokasi tak terpencil dari kediaman mereka.
tak memakai basa-basi, pelaku langsung menyerang korban berdua menghujamkan bilah pisau ke perut korban sebanyak tiga kali hingga tumbang ke tanah. Tak puas Tiba di situ, pelaku kembali mendaratkan tusukan ke leher korban sebanyak dua kali, Lampau menancapkan pisau Pas di bagian dada.
Usai menjamin korban tewas bersimbah darah, pelaku merancang rekayasa keji ciptakan mengelabuhi petugas dan Penduduk.
Tersangka menyeret jasad korban dan menggantungnya pada sebuah Cabang pohon karet di pinggir sungai. Tubuh korban kemudian didorong sedemikian rupa agar memberikan kesan seolah-olah NH tewas dikarenakan gantung diri.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Banjar, Ipda Rasya Hasyanda berucap, seluruh adegan rekonstruksi tersebut menguatkan indikasi pembunuhan berencana Nan dijalankan tersangka.
“Melalui 20 adegan rekonstruksi ini, terungkap bagaimana modus tersangka mengeksekusi korban di kebun karet hingga mengorganisir rekayasa seolah-olah korban gantung diri demi menutupi langkah kejahatannya,” ucapan Rasya Hasyanda, Kamis (13/8/2026).
Anak Korban Curigai Adanya Pelaku Lain
Meski alur pembunuhan telah diragakan oleh tersangka, pihak keluarga korban mengalami Tetap Eksis kejanggalan Nan belum terungkap sepenuhnya.
Anak korban, Khairul Amin mengukur reka adegan ketika pelaku mengangkat dan menggantung jasad ayahnya seorang diri di pohon karet terkesan mustahil Kalau dijalankan tak memakai Donasi orang lain.
“Kami dari pihak keluarga mengalami Eksis kejanggalan, terutama pada ketika adegan pelaku menggantung tubuh almarhum Bapak gua. berdua fisik pelaku dan postur tubuh korban, rasanya Susah kalau itu dijalankan seorang diri tak memakai Eksis orang lain Nan mendukung,” ujar anak korban, Khairul Amin.
Atas langkah perbuatan sadisnya tersebut, tersangka Usman dijerat pasal terkait pembunuhan berencana (pasal pidana pembunuhan berencana) berdua ancaman hukuman maksimal hukuman Wafat.