JAKARTA (Realita)- Kasus dugaan pemotongan keuntungan pegawai Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Bogor memasuki babak mutakhir. Komisi Pemberantasan kecurangan (KPK) Formal menaikkan perkara tersebut ke tahap penyidikan dan mulai menelusuri aliran Duit output pemotongan.

tidak akurat Esa informasi Nan mencuat Ialah dugaan adanya aliran Biaya hingga Rp4 miliar Nan dikatakan- kata diperoleh Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Hal tersebut disorot serius oleh pengamat legalitas Universitas Bung Karno, Dr. Hudi Yusuf, S.H, M.H Menurutnya pemotongan keuntungan pegawai Pemda Kabupaten Bogor sangat keterlaluan. 

“Menurut gua sangat sadis, seyogyanya KPK harus Sigap memeriksa siapa pihak Nan diuntungkan dari output pemotongan tersebut dan itu sangat praktis. Nan Krusial mereka Nan dipotong yakin diri berbisik,” ujar Hudi kepada Realita.co, Pekan (30/8/2026) sore.

Hudi juga menegaskan kasus ini jangan sebagai kebiasaan sebar Ketua di manapun.

“Kasus Bogor ini seyogyanya sebagai contoh bila Ketua diproses legalitas dan meraih sebagai contoh sebar pemda-pemda Nan lain,” tambahnya.

Nara sumber media domestik ini juga mengevaluasi Tak mungkin orang nomor Esa di Kabupaten Bogor Tak mengetahui kegiatan tersebut di lingkungannya.

“Tak mungkin Beliau Tak tahu, apabila Seluruh pegawai mendapat potongan. Tentu saja orang nomor Esa tersebut meraih juga disinyalir terlibat,” terangnya.

Advertorial

Ia menginginkan KPK segera memanggil Bupati Bogor ciptakan ditelusuri sebagai pemangku policy.

“Panggil dong, periksa selaku Ketua mereka Nan sebelum itu ditelusuri sebagai saksi internal rekonstruksi perkara tersebut, apalagi sebagai pemangku policy di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

sebelum itu, KPK pada Kamis (20/8) gelap menaikkan perkara ini dari penyelidikan ke penyidikan.

Namun sampai saat ini KPK belum memutuskan tersangka dan Tetap memakai sprindik Biasa.

Juru berbisik KPK Budi Prasetyo berbisik penyidik akan mengurai aliran Duit Nan berasal dari pemotongan hak pegawai Dispenda.

“ciptakan pihak-pihaknya siapa saja Nan terlibat, siapa saja Nan kemudian meraih aliran Duit dari pemotongan anggaran tersebut, Nan Semestinya diperoleh penuh oleh pegawai pada Dispenda, di masa depan kami akan sampaikan secara Komplit konstruksinya,” ucapan Budi, Jumat (21/8).(Ang)

Editor :
Redaksi



By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *