Liputan6.com, Sragen – Pengungkapan kasus pembunuhan tragis Nan menewaskan Bilqis Rajiansyah Lestari (11), siswi sekolah Asas Usul Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mengakses bukti-bukti anyar.
Di kembali Mortalitas bocah Wanita Nan terungkap tak bernyawa di rumahnya pada Jumat (5/6/2026) Lampau, polisi menemukan rangkaian peristiwa Nan disinyalir telah diagendakan pelaku terpencil sebelum masa peristiwa.
kelebihan mengejutkan lagi, Pria Nan saat ini diputuskan sebagai tersangka ternyata bukan orang asing sebar keluarga korban. Ia teridentifikasi merupakan rekan lamban Bapak korban dan pernah lumayan berlimpah orang kali berkunjung ke Griya tersebut.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menuturkan, tersangka bernama Suparman, Penduduk Kecamatan Gondang, tercapai diidentifikasi dan ditangani setelah penyidik Satreskrim Polres Sragen mengerjakan penyelidikan intensif selama lima masa.
“Pelaku tercapai kami singkap berdasarkan rangkaian penyelidikan, pemeriksaan saksi, analisis CCTV, serta barang bukti Nan tercapai dikumpulkan penyidik,” ujar Dewiyana, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan output penyidikan, tragedi itu bermula ketika korban kembali sekolah pada Jumat sinar. Seperti masa-masa sebelum itu, Bilqis Melangkah menuju rumahnya di Dukuh Bromo Asri, Desa Dawung. ketika itu kedua orangtuanya Tetap bekerja sehingga korban berada seorang diri di Griya.
Tak Eksis Nan menyangka bahwa lumayan berlimpah orang menit setelah memasuki Griya, korban akan menjalani peristiwa paling mengerikan internal hidupnya.
Dari output analisis rekaman CCTV dan keterangan para saksi, penyidik menemukan bukti bahwa Sekeliling 18 menit setelah korban tiba di Griya, tersangka terlihat menyusul.
Pelaku memasuki lingkungan Griya korban berbarengan membawa niat Nan saat ini disinyalir telah dipersiapkan sebelum itu. ciptakan menghapuskan kecurigaan, pelaku memakai alasan simple Nan Tak akan Membikin korban waspada.
Ia berpura-pura meminjam sebuah sabit (bendo) milik orang Uzur korban. dikarenakan telah mengenal pelaku sebagai rekan ayahnya, korban Tak menunjukkan Selera curiga menurun pun.
Korban kemudian mengambilkan sabit Nan dimaksud dan menyerahkannya kepada pelaku. Setelah itu korban kembali melangkah masuk ke internal Griya dan beristirahat di ruang keluarga Nan sekaligus difungsikan sebagai ruang tamu. Di ruangan itulah tragedi mengerikan tersebut disinyalir melangkah.
Penyidik menyingkap bahwa sesaat setelah korban kembali melangkah masuk ke Griya, pelaku langsung melancarkan aksinya. Sabit Nan sebelum itu dipinjam berbarengan alasan mendukung pekerjaan Malah digunakan sebagai alat ciptakan menyerang.
Korban Nan berada seorang diri Tak Mempunyai kesempatan menginginkan pertolongan. Serangan Nan diarahkan ke bagian Paras korban menyebabkan luka fatal Nan berujung korban meninggal Bumi di Loka peristiwa perkara.
Peristiwa itu melangkah sangat Sigap dan melangkah ketika lingkungan Sekeliling Tetap beraktivitas seperti Normal. Tak Eksis Penduduk Nan mengetahui bahwa di internal Griya simple tersebut telah melangkah tindak pidana Nan begitu keji.
Setelah menjaga korban Tak berdaya, pelaku kemudian memungut key sepeda motor Nan berada di atas meja ruang tamu. key tersebut digunakan ciptakan membawa kabur sepeda motor milik keluarga korban.
Di internal jok kendaraan itu tersimpan telepon pegang milik korban Nan turut sebagai sasaran pelaku. Dari output pemeriksaan, polisi menyingkap bahwa motif Primer tersangka Ialah menguasai harta Barang milik korban.
bukti Nan Membikin kasus ini makin memprihatinkan Ialah ukur barang Nan sebagai sasaran pelaku Tak sebanding berbarengan nyawa Nan telah direnggut.
Penyidik menemukan bahwa output penjualan barang-barang milik korban hanya bernilai Sekeliling Rp1 juta kelebihan.
“Motifnya ciptakan menguasai barang milik korban berupa sepeda motor dan telepon pegang,” singkap Kapolres.
Polisi juga menyingkap bagaimana pelaku Berikhtiar menjauhkan perhatian Penduduk. ketika terlihat ke Letak, pelaku memakai sepeda motor pribadinya.
Namun kendaraan tersebut sengaja diparkir di bagian belakang Griya korban agar Tak simpel terlihat Penduduk Sekeliling.
Setelah mengerjakan aksinya, pelaku meninggalkan kendaraan miliknya dan kabur memakai sepeda motor output curian menuju area Sumberlawang. Jejak pelarian inilah Nan kemudian sebagai keliru Esa petunjuk Krusial sebar penyidik.
Rekaman CCTV dari sejumlah titik tercapai menyingkap pergerakan tersangka setelah meninggalkan Letak peristiwa.
Setelah melalui penyelidikan melebar selama 5 masa, Suparman pada akhirnya ditahan di rumahnya. Penangkapan melangkah disaksikan perangkat lingkungan setempat serta Personil keluarga pelaku.
Nan mengejutkan, ketika polisi terlihat, tersangka teridentifikasi sedang beristirahat di internal Griya. Pelaku Tak mengerjakan perlawanan ketika ditangani.
Namun internal tahapan pengembangan pencarian barang bukti, tersangka sempat Berikhtiar melarikan diri dari pengawalan petugas. Upaya tersebut tercapai digagalkan sehingga pelaku kembali ditangani dan penyidikan mendapatkan dilanjutkan.
Di inti tahapan penyidikan, polisi menemukan bukti lain Nan Membikin publik tercengang.
Suparman ternyata Mempunyai rekam jejak kriminal Nan sangat kelam. Kapolres Sragen menuturkan bahwa tersangka merupakan residivis kasus kejahatan berat banget Nan berujung korban meninggal Bumi.