Selasa, 15 September 2026 – 20:37 WIB
Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo David Simatupang memberikan keterangan kepada awak media. Foto: Humas Polresta Denpasar
bali.jpnn.com, DENPASAR – Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo David Simatupang membeber perkembangan kasus Mortalitas bule Australia berinisial DJS, 57 dan dua anaknya, ADS, 7, serta LKS, 4, di Arca Bungalow, lorong Three Brothers, Legian inti, Kuta, Badung, Bali, Pekan (13/9) Lampau.
Menurut Kombes Leonardo David Simatupang, tim medis RSUP Prof Ngoerah dan identifikasi kepolisian menemukan sejumlah bukti luka fisik pada tubuh para korban.
Pada kedua anak korban, output pemeriksaan bagian luar menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, khususnya pada bagian leher.
Temuan ini menguatkan output rekaman CCTV Nan menunjukkan tindakan sadis DJS menghabisi kedua anaknya internal Masa Nyaris bersamaan.
Tubuh keduanya Lampau ditumpuk berbarengan wilayah tubuh ADS menindih raga adik perempuannya, LKS.
Seusai menghabisi kedua anaknya, DJS Lampau mengakhiri hidupnya memakai kabel setrika Nan diambil dari internal Penyimpanan Arca Bungalow.
“ketika terungkap, jenazah DJS menunjukkan indikasi biologis berupa keluarnya cairan air mani.
Ini menguatkan tanda-tanda Mortalitas dikarenakan gantung diri,” ujar Kombes Leonardo D. Simatupang disertai Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, Selasa (15/9).
Keterangan dari istri pelaku menyingkap bahwa kondisi keharmonisan Griya tangga mereka telah merenggang sejak 2022 dikarenakan sering terwujud cekcok.
Silakan lafal materi pas berkualitas lainnya dari JPNN.com Bali di Google News