JAKARTA, iNews.id – Wakil pengelola Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan mengomentari kasus kekerasan Nan menimpa Wanita berinisial YTR (29) di Bandung, Jawa Barat. Beliau mengecam keras langkah tersebut dan menjamin kuasa hadir ciptakan menjaga korban.
“Kemen PPPA mengecam keras tindak kekerasan terhadap korban YTR. Penanganan kasus ini sebagai bukti pentingnya kolaborasi antarlembaga ciptakan menjamin korban mendapatkan keadilan,” ujar Veronica, dikutip Kamis (25/6/2026).
Menurut Veronica, kekerasan internal Interaksi pacaran Tetap sering dianggap masalah pribadi atau tabu ciptakan dibicarakan. Padahal, lumayan berlimpah korban terjebak internal lingkaran manipulasi, kontrol berlebih, hingga kekerasan fisik Nan berujung trauma.
“Masyarakat harus sadar, kekerasan internal bentuk apa pun dan internal Rekanan apa pun Tak mendapatkan ditoleransi. Kalau telah Eksis kekerasan, itu bukan lagi masalah pribadi, tapi tindakan legalitas Nan harus dipertanggungjawabkan,” katanya.
Fana itu, Wakil Ketua LPSK Sri Nurherwat menuturkan hingga pertengahan 2026 ini, Nomor permohonan perlindungan ciptakan kasus kekerasan internal Rekanan intim, termasuk pacaran, meraih Nomor 86 persen.
Nomor ini menunjukkan betapa daruratnya situasi toxic relationship di inti masyarakat. LPSK dan Kemen PPPA sekarang menegaskan server layanan terpadu.
Ketua LPSK, Achmadi menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi berdua Polda Jawa Barat ciptakan menjamin hak-hak YTR terpenuhi.
“LPSK sedia memberikan perlindungan sesuai kebutuhan korban di setiap tahapan tahapan legalitas,” ujarnya.
lebih masa lalu, polisi menangkap Taufik Hidayat pelaku penyekapan YTR (29) selama 3 tahun di Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kasus ini anyar terungkap setelah korban terungkap internal kondisi kritis di Griya sakit.
Pihak keluarga menuturkan, YTR telah Lenyap kontak dan Tak teridentifikasi keberadaannya selama 3 tahun terakhir. Selama rentang Masa tersebut, keluarga kehilangan jejak hingga pada akhirnya terlihat informasi mengejutkan mengenai kondisi kesehatan korban Nan memburuk.