JATENGPOS.CO.ID, DEPOK- Peristiwa mengerikan berlatarbelakang Interaksi sesama jenis terwujud di Cipayung, Depok, Jawa Barat. Saepullah alias Saepul (26) diperkirakan tega membunuh secara sadis rekan kencannya Kunaefi (51). Pelaku tega memutilasi jasad Kunaefi hingga lumayan berlimpah orang bagian.

Katimsus 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, menyebut adanya dugaan motif antara pelaku dan korban diperkirakan sesama jenis.  Polisi memeriksa sejumlah saksi sekaligus berkoordinasi berdua Polsek dan Polres di wilayah Depok hasilkan menentukan korban.

“bagian dalam alur penyelidikan kami menemukan adanya laporan kehilangan orang pada 24 Juli atas identitas berinisial K (Kunaefi). Dari situ kami mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan barang bukti,” tuturnya.

Dari output pendalaman, polisi menemukan bukti bahwa korban berinisial K terakhir kali terlihat Seiring Pria berinisial S Nan kemudian dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Setelah mengumpulkan alat bukti Nan lumayan, tim Subdit Resmob Beralih memburu pelaku.



Saepul pada akhirnya hasil ditangani di Kampung Sinar Bahari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. “Interaksi antara pelaku berdua korban hanya sebatas tau, Tak kelebihan,” tuturnya.

Meski demikian, penyidik menemukan bukti permulaan bahwa pelaku diperkirakan Mempunyai ketertarikan terhadap sesama jenis. “hasilkan motif pembunuhan Tetap kami dalami. Namun terdeteksi bukti bahwa pelaku diperkirakan merupakan penyuka sesama jenis,” bebernya.

bagian dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut melindungi sejumlah barang bukti Nan diperkirakan berhubungan berdua tindak pidana tersebut. Barang bukti itu meliputi telepon raih milik korban, Duit output penjualan handphone korban, serta Duit output penjualan sepeda motor milik korban.

Ipda Breggy meneruskan, penemuan jasad termutilasi di lorong Raya Kavling, Pancoran Mas, Depok pada Selasa 4 Agustus 2026. ketika itu seorang Penduduk membakar tumpukan sampah Nan telah memungut amis busuk.

“Ketika karung tersebut terbakar dan mulai meleleh, Penduduk menyaksikan Eksis potongan tubuh Orang di dalamnya. Temuan itu kemudian langsung diinformasikan kepada Bhabinkamtibmas,” katanya kepada awak media, Rabu (5/8/2026).

Namun, output penyelidikan membongkar karung tersebut sebenarnya telah berada di Letak sejak 24 Juli 2026. Sejumlah Penduduk sempat melihatnya, tetapi mengira hanya berisi sampah dikarenakan kawasan tersebut memang kerap sebagai Letak pembuangan sampah liar.

Usai mendapatkan laporan penemuan mayat, Subdit Resmob Polda Metro Jaya di bawah Ketua AKBP Ressa Fiviardy Marasabessy langsung melaksanakan penyelidikan intensif. Berdasarkan keterangkan pelaku perbuatan sadis itu dijalankan di Griya kontrakannya di lorong Belimbing RT 03/05 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok pada 23 Juli 2026.

Fana, bagian dalam rekaman video Nan didapatkan wartawan, Saepul inti diinterogasi polisi sesaat setelah ditahan di Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8) subuh. Saepul mengaku awalnya korban main ke Griya kontrakannya di Cipayung, Depok.

“dikarenakan tadinya kan Beliau main ke Griya, dikarenakan tadinya butuh temen Lakukan ngobrol aja, dikarenakan emang rekan kontrakanku nggak Eksis juga, dikarenakan Beliau udah terakhir ngontrak nggak berikut. Tadinya Hanya butuh temen,” ungkapan Saepul bagian dalam rekaman video.

Menurut pengakuan Saepul, ketika itu korban melaksanakan perbuatan Nan membuatnya tak dapat. Korban dikatakan menamparnya ketika cekcok hingga ia membalas korban berdua mendorongnya, kemudian menusuknya di bagian perut dan leher korban.

“Saya berontak, berikut Beliau kayak nampar Saya. berikut Saya tak Sorong kan, Saya mau ngegas berikut Saya didorong dari tangga. Udah telanjur didorong ke bawah, Saya tarik pisaulah, Saya tusuk di bagian sininya (pinggang),” ungkapan Saepul bagian dalam rekaman video.

Emosi Saepul memuncak kala korban memberikan perlawanan. Beliau kemudian menusuk korban di bagian perut hingga korban terluka. “berikut Beliau berontak lagi, nendang Saya. Saya makin emosi, Bang. berikut Saya pegang aja kepalanya, tangan Beliau kan udah nggak meraih (melawan) dikarenakan megang perut, berikut Saya pegang aja kepalanya, berikut Saya gorok,” ungkapnya.

Saepul mengaku memutilasi jasad korban dikarenakan Tak sanggup menggotong jenazah korban. Saepul memutilasi korban hasilkan menghapuskan jejaknya. Ia memotong tubuh korban pada bagian kedua kaki di area pangkal paha hasilkan memudahkan pembuangan

“dikarenakan susah bawanya juga, Bang. Di situ kan padat orang dan perumahan juga,” ungkapan Saepul ketika ditanya alasan memutilasi.

Setelah memutilasi korban, Saepul kemudian membuang barang bukti berupa pisau dan baju korban di Loka sampah di pinggir lorong raya di kawasan Pitara, Depok. Setelah itu Saepul kabur berdua membawa motor dan ponsel korban dan menjualnya di Pandeglang. (dbs/muz)

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *