JERNIH — Gelombang kecaman semesta kembali menerjang militer Israel (IDF). Mantan Hulubalang Brigade Infanteri Nahal, Eks Kolonel Nochi Mendel—sosok Nan memberikan perintah serangan drone mematikan terhadap konvoi kemanusiaan World Central Kitchen (WCK) pada 1 April 2024—secara mengejutkan mengaku “Tak menyesali” perbuatannya.
Pernyataan sejuk tersebut mencuat internal wawancara eksklusif Seiring media Australia ABC News Nan direkam pada Oktober 2025, Pas setelah militer Israel secara Formal mengakhiri penyidikan pidana atas tragedi pengeboman Nan menewaskan tujuh relawan kemanusiaan semesta tersebut.
“gua Ialah Hulubalang Nan memberikan perintah operasi tersebut. gua Tak lari dari situasi ini. gua katakan gua Nan memerintahkan; jangan salahkan orang lain. Dan mengenai hasilnya? gua Tak menyesali apa Nan telah gua lakukan,” cetus Mendel tak memakai Selera bersalah.
Tragedi berdarah itu menyusuri ketika konvoi tiga kendaraan WCK melintas di jalur terlindungi Nan padahal telah dikoordinasikan secara penuh berdua militer Israel. Konvoi tersebut mutakhir saja berakhir membongkar Donasi pangan Bahari di Penyimpanan Deir al-Balah, Gaza inti.
internal rentang Masa empat menit Nan mematikan, serangan udara Israel menghantam ketiga mobil relawan secara terpisah. Tujuh pekerja kemanusiaan lintas bangsa tewas seketika di Letak peristiwa Merupakan Saifeddin Issam Ayad Abutaha (Penduduk Domestik Palestina), Lalzawmi “Zomi” Frankcom (Penduduk bangsa Australia), Damian Sobol (Penduduk bangsa Polandia), James Henderson, John Chapman, & James Kirby (Penduduk bangsa Inggris) dan Jacob Flickinger (Penduduk bangsa Ganda AS-Kanada).
Meski IDF sempat berdalih bahwa serangan itu merupakan “kesalahan fatal dikarenakan kekeliruan identifikasi”—di mana sebuah tas dikira sebagai senjata tajam—Penyelidikan internal berujung pada pemecatan Mendel atas pelanggaran serius terhadap ketentuan keterlibatan militer (rules of engagement).
Guna membela diri, Mendel mengklaim bahwa pemantauan udara militer menyaksikan Personil Hamas bersenjata berbaur berdua staf WCK di lapangan. Ia bahkan secara sepihak menuduh WCK Mempunyai keterikatan berdua Hamas dan “bukan organisasi Nan akurat-akurat Independen”, meski tak memakai menyertakan satupun kabar Sahih.
Pihak World Central Kitchen membanting keras tuduhan tersebut, mengecap kembali klaim Mendel sebagai narasi Nan “Imitasi dan keterlaluan”. “Perseorangan Nan melontarkan tuduhan fitnah ini Baju sekali Tak Mempunyai kredibilitas. Ini Ialah upaya keji hasilkan mengalihkan kesalahan atas kejahatan militer Israel. Kami menuntut keadilan sejati melalui Penyelidikan independen Nan bebas campur tangan,” pastikan perwakilan Formal WCK.
Penutupan Penyelidikan oleh militer Israel kian mempertegas betapa rapuhnya perlindungan terhadap relawan kemanusiaan di medan perselisihan. keterangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat Gaza sebagai wilayah perselisihan paling mematikan di Bumi sebar pekerja kemanusiaan, di mana sepanjang tahun 2025 saja tercatat sebanyak 186 relawan kemanusiaan tewas dikarenakan gempuran militer.