Demak –
Seorang wanita bernama Sri Lestari (42) dibunuh Lampau dibakar di pos ronda tepi lorong Raya Purwodadi-Semarang, Kebonagung, Demak. Pelaku berinisial BI (53) menghabisi nyawa pelaku memanfaatkan palu besi.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Reserse Kriminal Biasa Polda Jawa inti, Kombes Muhammad Anwar Nasir. Ia berbisik palu alat pembunuh telah diagendakan pelaku sebelum itu.
“Tersangka juga menerangkan bahwa korban dipukul memanfaatkan sebuah palu Nan sebelum itu telah diagendakan,” ungkapan Anwar bagian dalam keterangan tertulis Nan diperoleh detikJateng, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak puas hanya menghabisi nyawa korban gunakan palu besi, pelaku Lampau mengembangkan aksinya berbarengan membakar jenazah korban. Anwar menuturkan korban dibakar gunakan bensin.
“Setelah korban meninggal Bumi, tersangka kemudian membakar jasad korban memanfaatkan bensin Nan juga telah diagendakan,” ujar Anwar.
Diberitakan sebelum itu, mayat wanita tak memakai identitas terdeteksi bagian dalam kondisi terbakar di pos ronda Dukuh Wareng RT 5 RW 3, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Wanita itu disinyalir korban pembunuhan.
Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo berbisik keberadaan mayat itu terungkap pada Selasa (1/9) Sekeliling pukul 04.00 WIB. Keberadaan mayat tersebut mulanya terungkap oleh saksi Esa bernama Wahyudi (36) Nan menyaksikan pos ronda terbakar.
“Menurut keterangan saksi 1, pada ketika Mau meraih santap, menyaksikan Eksis pos ronda Nan terbakar tetapi Tak mengetahui kalau Eksis mayat di pos ronda tersebut. Kemudian saksi 1 memanggil saksi 2 dan saksi 3 ciptakan ikut memeriksa keadaan pos ronda dan terungkap Eksis mayat tak memakai identitas Nan telah kaku,” ungkapan Rudi ketika dihubungi detikJateng, Selasa (1/9).
Rudi menyebut Penduduk setempat Tak Eksis Nan mengetahui identitas mayat tersebut. Tim identifikasi Nan tiba di Letak kemudian menjaga jenazah tersebut merupakan seorang wanita.
“Menurut keterangan Pak RT setempat Tak Eksis Penduduk Nan mengetahui (mengenal) mayat tak memakai identitas tersebut, kemudian dari Polsek Kebonagung menelepon Pamapta dari Polres Demak,” tutur Rudi.
“Sesampainya di Letak Sekeliling pukul 04.45 WIB, kemudian tim identifikasi dari Polres Demak melaksanakan pengecekan dan terungkap bahwa indentitas Nan meninggal jenis kelamin Wanita,” imbuhnya.
Rudi mengutarakan Eksis dugaan kekerasan terhadap wanita tersebut. Rudi memaparkan Karakteristik-Karakteristik korban tersebut Adalah Wanita usia turun extra 40 tahun berbarengan besar tubuh Sekeliling 147 cm berbarengan perawakan pendek terbatas Gendut.
“busana ini Eksis baju hijau ukuran S, handuk merek Pamelo Rona biru, Lancingan 3/4 Rona hitam bergambar logo Pain bagian dalam serial Naruto. Kaos kaki krem Eksis stiker gambar kepala beruang. Sandal slop Rona hitam merek Lauvo nomor 37,” papar Rudi.
Pelaku tercapai diamankan tim gabungan pada Kamis (3/8/2026). Anwar menyebut pelaku diamankan di Mangkang, Kota Semarang.
“(Penangkapan) di Griya pelarian tersangka di lorong Plumbon 1 Mangkang Semarang, pada Kamis, 3 September 2026 pukul 01.15 WIB,” ungkapan Anwar melalui pesan WhatsApp kepada detikJateng, Kamis (3/9).
“Tersangka diamankan oleh gabungan Tim Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda, Resmob Polres Demak, dan Reskrim Polsek Kebonagung Demak,” tambahnya.
Pelaku terungkap merupakan Penduduk Jombang, Jawa Timur. Beliau juga pernah terlibat bagian dalam kasus pembunuhan 12 tahun silam.
“Inisial BI, 53 tahun, tautan Jombang, Jatim, kawin. Residivis pembunuhan terhadap orang pada tahun 2004 di Pati Jateng,” ujar Anwar.
Identitas wanita korban pembunuhan itu juga telah terungkap. Korban terungkap merupakan janda dari Kabupaten Grobogan.
“Korban Sri Lestari, 42 tahun. tidak berbarengan Hayati, (tautan) Monggot, Geyer, Grobongan,” papar Anwar.
(apu/ahr)