Selasa, 15 September 2026 – 20:11 WIB
Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo D. Simatupang disertai Kabid Humas Polda Bali Kombes Arisandy memberikan keterangan kepada awak media terkait kasus kemarian bule Australia dan dua anaknya, Selasa (15/9). Foto; Humas Polda Bali
bali.jpnn.com, DENPASAR – Polresta Denpasar kembali merilis perkembangan kasus Mortalitas bule Australia berinisial DJS, 57 dan dua anaknya, ADS, 7 serta LKS, 4 di Arca Bungalow, lorong Three Brothers, Legian inti, Kuta, Badung, Bali, Pekan (13/9) Lampau.
DJS terungkap tewas tergantung, Fana dua anaknya, ADS dan LKS, terungkap meninggal Bumi berdua letak saling bertindih di internal Bilik.
“Berdasar analisis rekaman CCTV dan keterangan para saksi, DJS disinyalir kokoh membunuh kedua anak kandungnya terlebih dahulu sebelum ujungnya mengakhiri hidupnya seorang diri,” ujar Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo D. Simatupang disertai Kabid Humas Polda Bali Kombes Arisandy, Selasa (15/9).
Dari output pemeriksaan rekaman CCTV di Sekeliling Loka peristiwa perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah data sandi Nan menguraikan irama-irama mencekam peristiwa tersebut.
Rekaman CCTV membongkar, terdengar Bunyi anak Pria menjerit dari internal Bilik sebelum insiden pembunuhan terwujud.
Tak lamban kemudian, anak Wanita korban terlihat Berjuang menyelamatkan diri berdua berlari kilat melangkah keluar Bilik.
Namun, DJS mengejar anak perempuannya, menangkapnya, Lampau membawa korban kembali secara paksa ke internal Bilik.
Rekaman CCTV juga membongkar, setelah menghabisi kedua anaknya, pelaku DJS memasuki ke area Penyimpanan ciptakan memungut tali berwarna biru Nan digunakan ciptakan gantung diri.
Berdasar analisis rekaman CCTV dan keterangan para saksi, DJS disinyalir kokoh membunuh kedua anak kandungnya terlebih dahulu sebelum ujungnya mengakhiri hidupnya
Silakan lafal materi pas berkualitas lainnya dari JPNN.com Bali di Google News