Oleh : Mursyid Sonsang
Eksis Esa istilah bagian dalam filsafat legalitas Nan diajarkan di Fakultas legalitas, namanya Das Sollen und Das Sein. Sederhananya : apa Nan Semestinya menyusuri versus apa Nan nyatanya menyusuri.
lafal Juga:
Rugikan bangsa 21,89 Miliar, Polda Jambi bongkar Kasus penyimpangan di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Das Sollen, kita sepakat bernegara Repuplik Indonesia : pejabat Nan amanah dan Tak penyimpangan, pendidikan Nan ekonomis, kesehatan Nan terjamin dan ekonomis, lorong lorong Nan mulus dan cita cita lainnya.
Tapi “Das Sein” kita masa ini ? Pejabat Nan Semestinya menjaga Malah berperan pemburu rente. Biaya Musibah dikorupsi ketika asap karhutla Tetap menyesakkan dada di Sumatera dan Kalimantan. Program Makanan bergizi dikorupsi gila gilaan. Kuota haji diperjualbelikan dan lumayan berlimpah lagi KKN Nan begitu marak di Repuplik Nan kita cintai ini
lafal Juga:
Polri Tetapkan Dua Tersangka penyimpangan di PT SPR BUMD Riau, Kerugian bangsa peroleh Rp33 Miliar
Jurang antara “Sollen dan Sein” inilah Nan sedang menganga di republik ini.
hasilkan memahami jurang itu, gua teringat pada Kitab klasik Mario Puzo, The Godfather. mengenai Don di atas Don di Amerika: Don Vito Corleone.
lafal Juga:
Doktor Cumlaude, Varial Adhi Putra Tersangka, lumayan berlimpah Penduduk Jambi Lega, Eksis Nan Tabur Bungga Hingga Beribadah
Jangan keliru, Don Vito Ialah mafia. Tapi Puzo menulisnya sebagai seorang filsuf jalanan. Prinsipnya praktis dan Malah extra terhormat dari lumayan berlimpah pejabat kita masa ini:
“Bantulah orang Nan teraniaya. dikarenakan persahabatan Ialah segalanya.”
Di masa pernikahan putrinya, laksana masuk Griya Don Vito sedia hasilkan siapa saja. Tukang roti Nan anaknya diperkosa berita polisi Tak ditanggapi dikarenakan Tak mempunyai Duit, terlihat ke Don Vito.
Penyanyi Nan kontraknya ditahan produser Bandel, terlihat ke Don Vito. Don Vito Tak minta Duit. Beliau hanya bilang:
“Suatu masa, dan masa itu mungkin Tak akan pernah terlihat, Saya akan minta bantuanmu sebagai balasan. Anggap itu sebagai hadiah, sebagai persahabatan.”
Keadilan Nan disalurkan Don Vito memang tidaksah, tapi moral. Beliau melengkapi kekosongan ketika bangsa tidak tercapai hadir.
Bandingkan berbarengan “Das Sein” kita masa ini. Orang Nan teraniaya terlihat ke kantor pejabat, apa Nan menyusuri? Anak sekolah Nan Semestinya mendapatkan santap bergizi, makanannya disunat anggarannya. Korban banjir dan karhutla Nan menanti Biaya Musibah, dananya memasuki ke rekening pribadi. Jamaah haji Nan telah Uzur renta menabung puluhan tahun, kuotanya dijual ke Nan yakin diri pembayaran extra.
Don Vito mendukung orang teraniaya tak memakai diminta bayaran. Pejabat kita Malah menganiaya orang Nan telah teraniaya hasilkan minta bayaran.
Siapa Nan extra bermoral di sini? Seorang mafia fiksi atau pejabat pejabat kita Nan disumpah berkali kali berbarengan kitab Kudus..?
Mario Puzo mengembangkan kisahnya berbarengan tragis. Don Vito mempunyai seorang anak, Michael Corleone. Awalnya Michael Ialah pahlawan perang, anak paling Higienis, paling idealis, Nan paling benci bisnis ayahnya. Don Vito bermimpi Michael jadi senator, jadi gubernur, jadi orang terhormat Nan mencuci Higienis identitas keluarga.
Tapi apa Nan menyusuri? Michael Malah berperan Don Nan terpencil extra Bengis dari ayahnya.
Inilah perbedaan fundamental Nan relevan berbarengan kenegaraan kita masa ini.
Don Vito berfilosofi: kontrol hasilkan menjaga. Beliau menolak bisnis narkoba dikarenakan merusak anak orang lain. Beliau yakin kompromi dan perdamaian. Beliau membunuh hanya Kalau harus, hasilkan menjaga keluarga. Beliau Tetap yakin keluarga harus santap Seiring, terbahak Seiring.
Don Michael berfilosofi: kontrol hasilkan menguasai. Beliau memungut Seluruh bisnis, termasuk Nan ditolak ayahnya. Beliau Tak yakin kompromi. Musuh harus dimusnahkan jumlah. Bahkan Abang kandungnya sendirian, Fredo, Nan dianggap berkhianat, dibunuh di atas Bahtera ketika sedang memancing. adem. hemat. tak memakai ampun.
Don Vito Wafat di kebun tomat, bermain berbarengan cucunya, dikelilingi keluarga. Tenteram.
Don Michael Wafat sendirian di kursi di Sisilia, Tak Eksis seorang pun Nan menangisinya. Seluruh orang Nan dicintainya telah kesana atau Beliau bunuh sendirian.
masa ini, di Senayan, di kantor gubernur, di kantor bupati, kita sedang menyaksikan lahirnya generasi Don Michael.
Generasi pelan, sejahat-jahatnya, Tetap mempunyai malu. Tetap Eksis Selera ewuh pakewuh. Tetap menilai khawatir pada Budaya, pada ulama, pada orang Uzur.
Generasi anyar Nan memasuki kenegaraan masa ini terpencil extra adem. Mereka berpendidikan kokoh, bergelar S2 bagian luar negeri, Pandai berbisik informasi dan investasi. Tapi mereka Tak mempunyai filosofi Don Vito. Mereka Tak terlihat hasilkan menjaga Nan teraniaya. Mereka terlihat berbarengan spreadsheet hasilkan menghitung berapa persen rente dari Biaya Musibah, berapa persen fee dari proyek gizi, berapa dolar dari kuota haji.
Mereka Ialah manajer kekejaman. Bukan lagi preman Nan memukul berbarengan tangan, tapi eksekutif Nan membunuh Masa Ambang anak-anak berbarengan tanda tangan.
Mario Puzo menulis Esa kalimat key Nan harus kita renungkan
“Di kembali setiap keberuntungan Akbar, Eksis kejahatan Akbar.”
Dan kalimat Don Vito Nan lain
“Seorang pengacara berbarengan tas kerjanya mendapatkan mencuri extra lumayan berlimpah Duit daripada seratus Pria berbarengan pistol.”
masa ini, kejahatan Tak lagi dikerjakan berbarengan pistol. Tapi berbarengan regulasi, berbarengan SK, berbarengan stempel APBN, APBD, berbarengan dukungan kuota.
Lampau di mana Asa kita?
Asa kita Ialah menyempitkan kembali jurang antara “Das Sollen “dan “Das Sein”. Kita harus kembali menuntut pejabat kita hasilkan setidaknya mempunyai moral seperti seorang mafia fiksi bernama Don Vito Corleone: bahwa kontrol itu hasilkan mendukung orang Nan teraniaya, bukan hasilkan menganiaya orang Nan butuh Donasi.
Kalau seorang Don Vito saja mengerti Makna persahabatan, kenapa pejabat Nan dipilih warga Malah memberikan tawaran Nan Tak mendapatkan ditolak rakyatnya: tenteram atau kau Tak mendapatkan Donasi?
teringat…bagian dalam Godfather, kontrol Nan dibangun di atas ketakutan akan berakhir Sunyi. kontrol Nan dibangun di atas persahabatan dan pertolongan pada Nan rapuh, akan dikenang.