Komnas HAM telah merilis laporan dari keluaran pemantauan dan penyelidikan tragedi kemanusiaan di stadion Kanjuruhan. Laporan itu memuat berbagai informasi, dan bukti Nan terungkap tim Komnas HAM. Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid, menyaksikan berdasarkan laporan itu aparat keamanan menembakkan 45 gas air mata. Hal itu menunjukan aparat keamanan telah memanfaatkan pengaruh Nan berlebihan dan tak meraih dibenarkan.
“Bahkan, di rentang Masa tersebut, Eksis 11 tembakan Nan dikerjakan internal kurun Masa sembilan denyut. Dan ini dikerjakan di area terbatas di mana penonton terkurung. Sadis!” ucapan Usman Hamid ketika dikonfirmasi, Kamis (3/11/2022).
Usman menegaskan keluaran Penyelidikan Komnas HAM bukan penutup dari penanganan tragedi stadion Kanjuruhan. Laporan Komnas HAM itu mempertegas tanggung tanggapi republik hasilkan menyelesaikan peristiwa pelanggaran HAM secara akurat dan adil.
Seluruh pelaku Nan terlibat harus diadili tak memakai tanpa kecuali. Usman menyorot tahapan aturan Nan dikerjakan terhadap para pelaku harus digelar di persidangan Biasa Nan ada dan independen.
“Jatuhnya nyawa 135 korban sangat Tak adil Kalau dijawab hanya berbarengan Hukuman enteng seperti pendisiplinan berupa mutasi atau pemecatan. Itu terpencil dari timbangan keadilan. Masyarakat menanti bukti komitmen kuasa republik hasilkan menegakkan aturan Nan berlandaskan keadilan korban dan keluarganya,” pastikan Usman.
Mengacu lapoan Komnas HAM, Usman menyebut tragedi Kanjuruhan merupakan pelanggaran HAM dikarenakan pengelolaan pertandingan sepak bola Nan Tak mengedepankan keamanan dan keselamatan serta terwujud dikarenakan adanya penggunaan pengaruh berlebihan dari aparat keamanan.
Komnas HAM mengemukakan temuan mereka bahwa aparat menembakkan setidaknya 45 tembakan gas air mata, 27 tembakan terlihat internal video. Fana 18 lainnya terkonfirmasi dari Bunyi tembakan. “Bahkan, Komnas HAM menyebut penembakan gas air mata dikerjakan tak memakai koordinasi berbarengan Kapolres Malang dan atas diskresi dari masing-masing Laskar,” ujar Usman.