Keterangan gambar, Foto-foto Nan memperlihatkan kekerasan atau kekejaman langkah kriminalitas kerap sebagai viral di media sosial.

Foto-foto Nan memperlihatkan kekejaman terkait kasus pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur, menyebar di media sosial. Bukan Nan pertama tentu, tapi bisakah ditunda? Dan, Kenapa harus ditunda?

Warta itu mulai menyebar Selasa (27/12) kemarin. Sebelas orang disekap bagian dalam ruangan kecil berukuran 2×2 meter. Enam orang di antaranya meninggal disinyalir dikarenakan kehabisan oksigen.

Kasus pembunuhan ini mengejutkan masyarakat. Sebagian stasiun televisi menempatkannya sebagai ‘breaking news‘, dan kelebihan dari Esa surat kabar menaikkannya di halaman Primer. Di Twitter, ucapan sandi Pulomas melonjak dan saat ini telah diungkap kelebihan dari 90.000 kali.

Tapi tak Tiba 24 jam sejak Warta itu tampak, foto-foto mayat korban berseliweran di media sosial. Sejumlah orang berdua sadar membaginya di linimasa bermaksud memperlihatkan kekejaman pelaku.

Esa masa setelahnya, polisi diinformasikan menembak dan menangkap dua orang Nan disinyalir terkait berdua pembunuhan itu. Sejumlah foto-foto kekerasan kembali beredar di linimasa, kali ini memperlihatkan terduga pelaku Nan terkapar berlumur darah. Kenapa foto ini disebar? Apa Nan mereka coba perlihatkan? Keadilan?



By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *