Kamis, 25 Juni 2026 – 11:12 WIB
Jakarta, VIVA – Terungkap data mutakhir di kembali sosok Taufik Hidayat (30), tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR. Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi, menyebut perilaku bermasalah Taufik telah terlihat sejak usia Belia.
Menurut Kusnaedi, tidak presisi Esa Unsur Nan Membikin perilaku Taufik Hidayat Susah berubah Ialah dikarenakan ia kerap dibela keluarga, terutama sang Bapak, ketika terlibat perselisihan berbarengan orang lain.
“Kalau ribut Baju tetangga jatuh jiwa dibela ayahnya, jadi kesayangan,” ucapan Kusnaedi.
Ia mengutarakan, Taufik Hidayat bukan kali pertama berurusan berbarengan aturan. Sekeliling 10 tahun Lampau, Taufik pernah diamankan internal kasus penganiayaan dan penggelapan sepeda motor hingga ujungnya dijatuhi hukuman penjara.
“Pernah ditahan kasus penganiayaan dan penggelapan motor, gua Nan ngurusin. Motor orang Garut. Pernah ditahan di Polres Rancaekek, divonis 1,5 tahun dipenjara,” ujarnya.
Setelah kasus itu, Kusnaedi mengaku Tak lagi Berjumpa berbarengan Taufik Hidayat selama bertahun-tahun. Namun, ia mengevaluasi Watak keras dan kecenderungan mengerjakan kekerasan telah melekat pada diri Taufik Hidayat sejak pelan.
Tak hanya bermasalah di eksternal Griya, Taufik Hidayat juga dikatakan pernah mengerjakan kekerasan terhadap Bapak kandungnya sendirian. Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh sang Bapak, Tata.
“gua pernah dipukul kepala guna kayu. Masa itu gua lagi macul di sawah, Beliau di Griya lagi nganggur, mau nyemil gak Eksis apa-apa,” tutur Tata.
Menurutnya, ketika peristiwa ia sedang bekerja di sawah ketika Taufik Hidayat tiba dan langsung menyerangnya memakai kayu.
“Beliau tiba ke sawah, langsung mukul, ngagebru (Anjlok). Untung gua Eksis temen dua, mau mukul lagi dihalangin,” katanya.
Setelah peristiwa itu, Taufik Hidayat sempat meninggalkan Griya selama susut kelebihan Esa Pekan. Ia kemudian kembali dan menginginkan sorry kepada ayahnya.
“Beliau kesana kabur, gak kembali lagi ke Griya. Kabur seminggu, tiba lagi, minta sorry Sembari terisak. Kapoekan (khilaf) katanya,” ujar Tata.
Kusnaedi juga menyingkap kondisi keluarga Taufik Hidayat Nan dikatakan penuh persoalan. Ia menuturkan Bunda kandung Taufik merasakan tekanan mental beban sebelum meninggal Bumi.
Halaman lalu
Menurutnya, stres Nan dialami sang Bunda dipicu oleh perilaku anak-anaknya Nan kerap Membikin masalah. Selain Taufik Hidayat, Kerabat-saudaranya juga Mempunyai catatan kehidupan Nan kelam.