BANDUNG, iNews.id – Pihak keluarga Yuvita Tri rezeki (29) dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berdua konfirmasi mengakhiri laksana masuk sorry sebar Taufik Hidayat (TH), tersangka penyekapan dan penyiksaan sadis selama tiga tahun. 

Penegasan ini dilontarkan usai publikasi perkembangan kasus di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026) sore.

lafal Juga

Penduduk singkap Sosok Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan Sadis di Bandung

Meski tersangka sempat melontarkan permohonan sorry secara dibuka di hadapan awak media, keluarga korban mengukur tindakan keji pelaku Tak lagi mendapatkan ditoleransi dikarenakan telah menghancurkan ketika Ambang korban. 

Abang korban, Afif Shandi berucap, Tak Eksis ruang Tenteram maupun ungkapan sorry sebar Taufik Hidayat. Menurutnya, siksaan fisik dan mental berlapis Nan dijalankan tersangka telah Membikin adiknya merasakan Abnormal seumur Hayati.

Jenguk Korban Penyekapan di Bandung, KSP Dudung Minta Pelaku Dihukum Maksimal

lafal Juga

Jenguk Korban Penyekapan di Bandung, KSP Dudung Minta Pelaku Dihukum Maksimal

Kemarahan keluarga tak terbendung ketika menyaksikan Paras pelaku Nan mengenakan baju tahanan. Pihak keluarga bahkan sempat menginginkan kepolisian memberikan kesempatan agar pelaku mendapatkan merasakan penderitaan Nan Baju berdua korban. 

“Tak Eksis ungkapan sorry hasilkan Beliau. Adik kami dibuat Abnormal seumur Hayati. Kalau aturan mengizinkan, kami minta tersangka diserahkan kepada keluarga agar Beliau tahu dan merasakan seorang diri bagaimana menderitanya adik kami selama tiga tahun disiksa,” ujar Afif Shandi berdua nada geram, Jumat (26/6/2026). 

Sikap senada disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. cowok Nan akrab disapa Kang Dedi ini mengutuk keras langkah penyekapan tersebut dan mengukur tersangka bertindak di bagian luar batas kemanusiaan.

“Tak Eksis sorry sebar orang Nan Tak Mempunyai jiwa nurani seperti tersangka. Saya semoga dan menginginkan pihak kejaksaan dan hakim di masa depan menjatuhkan hukuman maksimal Nan seberat-beratnya agar Eksis efek jera,” ungkapan Dedi Mulyadi.

Polda Jabar Buru Potensi Tersangka Lain

publikasi perkembangan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat Seiring pejabat Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (PPPA) serta instansi terkait lainnya.

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *