BANDUNG, iNews.id – Terungkap sosok Nan berperan Krusial internal alur penyerahan diri Taufik Hidayat, pelaku penyekapan sadis terhadap seorang wanita di Bandung, Jawa Barat. Sosok tersebut, Dadang Ahyar Ismail, mantan atasan pelaku ketika bekerja Seiring pada 2023 hingga 2024.
Dadang mengaku dihubungi langsung oleh Taufik kelebihan dari Esa masa sebelum pada akhirnya menyerahkan diri ke polisi. internal perbicangan itu, Taufik menginginkan Donasi dan perlindungan dikarenakan kasus Nan menjeratnya telah sebagai perhatian publik.
“Awalnya si Opik (Taufik Hidayat) kelebihan dari Esa masa Nan Lampau telepon ke Saya. terus Saya bilang, Anda maunya gimana? Beliau bilang, Pak, gimana ya, minta Donasi perlindungan,” ucapan Dadang ketika diwawancarai, Selasa (23/6/2026).
Menurut Dadang, Beliau kemudian memberikan tiga cadangan kepada Taufik. Beliau menginginkan pelaku mengakhiri pelarian dikarenakan hanya akan Membikin keadaan makin tidak menggoda.
“Saya bilang, kalau misalkan lari-lari, kalau mujur Tiba kakek-kakek Niscaya lari, capek. Nan kedua, dikarenakan telah penuh, Anda meraih jadi ketangkap keluarga, Wafat di jalur. Atau Nan ketiga, ketangkap Baju polisi. Itu Anda tentukan aja mau Nan mana,” ujarnya.
Setelah merenung pas pelan, Taufik pada akhirnya memutuskan mengejar rekomendasi tersebut dan menentukan menyerahkan diri kepada aparat kepolisian.
“Beliau mikir pelan. Tiba pada pada akhirnya kemarin, ya telah Pak, Saya ikut Bapak aja. Mau menyerahkan diri,” katanya.
menyimak keputusan tersebut, Dadang segera berkoordinasi berdua seorang Personil kepolisian bernama Hendy ciptakan menyiapkan alur penyerahan diri. Namun, upaya itu Tak simpel dikarenakan Taufik kerap berganti nomor telepon ketika berkomunikasi.
“Saya telepon Pak Hendy. Saya koordinasi berdua Pak Hendy, Hanya Tetap bikin taktik gimana caranya Beliau akurat-akurat menyerahkan diri. dikarenakan setiap telepon itu menukar-menukar nomor,” ucapnya.
Dadang dan polisi kemudian mengorganisir skenario agar Taufik terlihat ke rumahnya terlebih dahulu. Polisi diminta Tak tampil mencolok agar pelaku Tak kembali melarikan diri.
“Kalau misalkan Beliau program mau ke Griya Saya, Pak Hendy sedia-sedia terlihat ke Griya. Pak Hendy nunggu di Ambang Griya. Si Opik terlihat, Saya bawa memasuki, Pak Hendy juga memasuki,” ucapnya.
Menurut Dadang, polisi sengaja Tak mengerahkan pas melimpah personel dikarenakan khawatir Taufik akan kembali kabur Kalau mengetahui keberadaan aparat internal jumlah Akbar.
“Kalau Saya bawa Personil pas melimpah, takutnya Beliau kabur lagi. Jadi Pak Hendy aja seorang diri, terus gunakan busana Normal biar enggak kelihatan,” katanya.
Setelah tiba di Griya Dadang, Taufik sempat berbincang berdua polisi sebelum pada akhirnya diajak ciptakan menjalani pemeriksaan kelebihan terus.
“terlihat ke sini, terus Seiring Pak Hendy diajak memasuki sebelumnya ke sini, ngobrol. Setelah ngobrol Sejenak, barulah diajak,” ucapnya.
Selain itu Beliau juga menegaskan, bahwa Tak Mempunyai Interaksi keluarga berdua Taufik. Keduanya hanya pernah bekerja Seiring dan sampai saat ini pelaku Tetap menganggapnya sebagai sosok Nan dituakan.
“Tahun 2023-2024 pernah Esa pekerjaan. Kebetulan Saya kan paling Uzur, jadi Nan dituakan. Anak-anak kalau Eksis apa-apa telepon ke Saya, termasuk si Opik juga,” katanya.
Berkat komunikasi dan pendekatan persuasif tersebut, Taufik pada akhirnya menyerahkan diri tak memakai perlawanan dan alur legalitas meraih Melangkah sesuai ketentuan Nan Beraksi.