Palu –
Nurhanisa (23) menceritakan irama-irama Esa keluarganya berperan korban pembunuhan hingga lelakinya, Jamil (32) dan anaknya Rizki (2) meninggal. Nurhanisa sempat ditusuk pelaku memanfaatkan pisau pemotong ayam dan saat ini Tetap menjalani perawatan intensif di Griya sakit.
romansa tersebut disampaikan Nurhanisa internal sebuah video Nan viral di media sosial. Polisi mengakui Wanita internal video tersebut merupakan korban Nan inti menjalani perawatan di RS Bhayangkara.
“Iya betul istri korban,” ujar Paur Humas Polresta Palu, Aiptu Kadek Aruna kepada detikcom, Selasa (28/7/2026).
internal video tersebut, Nurhanisa mengaku peristiwa itu bermula ketika dirinya terbangun dari rehat dan hendak ke Bilik Mini. ketika meninggalkan dari Bilik, Beliau menyaksikan seseorang berada di area Loka penggilingan ayam di rumahnya.
“Saya tadi Eksis rehat di Griya (Bilik). anyar Saya mau meninggalkan kencing dan meninggalkan Bilik. Pas Saya meninggalkan gerbang, kayak Eksis orang di Loka gilingan ayam,” ujar Nurhanisa internal video beredar.
Nurhanisa mengaku mengenali sosok Pria tersebut bernama Aan. Beliau bahkan sempat menegur Pria tersebut dan menanyakan alasan pelaku berada di Letak.
“Tak lamban itu langsung muncullah Aan, Jernih sekali mukanya. Malah Saya sempat berteriak, ‘Anda ngapain?’ terus Beliau tanggapi, ‘tenteram, tenteram saja’,” tuturnya.
merasakan ketakutan, Nurhanisa memutuskan kembali memasuki ke Bilik. Beliau menyaksikan pelaku membawa dua bilah pisau Nan Normal digunakan hasilkan memotong ayam.
“Pas Saya memasuki internal Bilik, Saya terisak dikarenakan Saya khawatir meninggalkan. anyar Saya lihat Beliau bawa pisau dua, pisau di kandang, pisau pemotongan ayam,” katanya.
Tak lamban berselang, Nurhanisa mengaku langsung diserang oleh pelaku memanfaatkan senjata tajam. Tangannya dipegang sebelum pada akhirnya ditusuk memanfaatkan pisau.
“seketika Beliau tusuk Saya. Masa itu Tetap mendapatkan Saya melek terbatas. Saya mau Geledah HP, pas Saya Geledah Tak Eksis HP mau Saya hubungi kalian. Dua HP Saya telah Tak Eksis Saya lihat,” ujarnya.
internal kondisi terluka, Nurhanisa mengaku sempat mendengarkan tetangganya tiba ke Griya dan menanyakan kondisinya. Beliau pun menginginkan pertolongan dikarenakan Tak Bisa lagi bangkit.
“anyar Eksis tetangga tiba gali kenapa? Saya tanggapi, ‘Tolong, Pak, Saya habis ditusuk, Tak mendapatkan melek’. telah habis dari situ Saya lihat Eksis Nan rusak gembok, terus tetangga memasuki,” ungkapnya.
terungkap, pembunuhan Esa keluarga itu terwujud di lorong PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Pekan (26/7) Sekeliling pukul 22.00 Wita. Polisi langsung mendatangi Letak dan mengevakuasi para korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismailboby berucap dari keluaran olah Loka peristiwa perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, Esa keluarga itu diperkirakan dibunuh Pria inisial AK Nan merupakan rekan kerja korban. Terduga pelaku saat ini internal pengejaran aparat.
“hasilkan identitas terduga pelaku telah kami ketahui. ketika ini tim Jatanras Nan dipimpin Ipda Rastra Seiring Kanit Reskrim Polsek Palu Selatan Ipda Ridho, Tetap melaksanakan pengejaran terhadap terduga pelaku,” ungkapan Ismail kepada wartawan, Senin (27/7).
Ismail mengutarakan sebelum peristiwa, korban Jamil dan bosnya sempat ke Griya terduga pelaku. Keduanya memungut sepeda motor dari terduga pelaku kemudian kembali ke Loka Upaya pemotongan ayam itu.
“Pada sore sebelum peristiwa, Kerabat Jamil Seiring bosnya sempat kesana memungut sepeda motor di Griya terduga pelaku berinisial AK,” bebernya.
Tetangga korban bernama Bahtiar Lampau mendengarkan keributan dari Griya korban pada gelap harinya. Saksi juga sempat mendengarkan nada ancaman dari terduga pelaku ke istri korban.
“Sekeliling pukul 22.00 Wita, saksi atas sebutan Bahtiar Nan merupakan tetangga korban Seiring Ketua RT Pak Nurhamid, mendengarkan Bunyi keributan dari Griya korban,” ungkapnya.
“Saksi juga sempat mendengarkan seseorang Berbicara, ‘kalau kau Akbar suaramu, Saya bunuh juga kau!’ Ucapan itu diperkirakan ditujukan kepada istri korban, Nurhanisa,” terus Ismail.
(asm/sar)