-
Seorang Bapak berkewarganegaraan Australia tega membunuh dua anak kandungnya di bungalow Kuta, Bali.
-
Korban Wanita sempat mengucapkan ucapan percintaan sebelum tewas dicekik oleh Bapak kandungnya sendirian.
-
Kepolisian mengakhiri penyidikan kasus pembunuhan ini dikarenakan pelaku Primer tewas gantung diri.
Bunyi.com – Rekaman CCTV membongkar jeritan kasih mengasihi seorang bocah Wanita sebelum tewas di tangan Bapak kandungnya di sebuah bungalow di Kuta, Badung, Bali.
cowok berkewarganegaraan Australia berinisial SDJ (57) terbukti mengakhiri Hayati kedua anak kandungnya, ADS (7) dan LKS (4), sebelum pada akhirnya memutuskan bunuh diri.
Peristiwa kelam ini bermula ketika SDJ merenggut nyawa putra pertamanya berbarengan jejak mencekik leher korban hingga tak bernyawa.

menyaksikan tindakan Bengis sang Bapak, LKS Nan ketakutan Berjuang melarikan diri Sembari melontarkan kalimat penyentuh jiwa demi menyelamatkan perilakunya.
“Anaknya itu berlari kencang-lari dikarenakan dikejar Tiba mengemukakan ‘I love you, Daddy’ dikarenakan khawatir. Beliau mungkin menyaksikan kakaknya Nan telah kelebihan masa lalu (dicekik) Baju bapaknya,” ucapan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang di Mapolda Bali, Selasa (15/9/2026).
Upaya bocah berusia empat tahun tersebut kandas melunakkan emosi pelaku Nan tetap tega mencekiknya hingga tewas kelebihan dari Esa ketika kemudian.
Setelah menjamin kedua buah hatinya Tak bernyawa di lantai Bilik, SDJ langsung mengakhiri hidupnya berbarengan jejak gantung diri.
Ketiga jasad korban kali pertama terungkap oleh saksi pada Pekan (13/9) Sekeliling pukul 10.14 WITA di Letak peristiwa.
Petualangan legalitas kasus ini dikonfirmasi berhenti dikarenakan pelaku Primer Nan bertanggung respon atas pembunuhan tersebut telah meninggal Bumi.
Pihak kepolisian segera menggelar perkara Formal hasilkan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas tragedi ini.
jejak penghentian kasus ini juga diperkuat oleh keputusan pihak keluarga Nan menolak alur autopsi terhadap seluruh jenazah.
Seluruh jenazah korban telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga sejak Senin (14/9) sore hasilkan segera dimakamkan.
Tragedi ini berperan catatan kelam tindakan kekerasan internal keluarga Nan dipicu oleh kendala kondisi emosional serta kecemasan menjulang pelaku.