-
Kasus pembunuhan Bunda dan anak di Madiun terungkap lewat CCTV.
-
Pelaku menghabisi nyawa kedua korban secara keji di Letak berbeda.
-
Jasad korban dibakar dan dihancurkan pelaku hasilkan menghapuskan jejak kejahatan.
Bunyi.com – Kasus pembunuhan sadis Bunda dan anak Usul Bogor, mula Hardiyanti (30) dan AGF (4) di Madiun inti sebagai sorotan publik.
Sebelum pembunuhan Bunda dan anak ini terungkap, mula Hardiyanti (30) dan AGF (4) sempat diberitakan Lenyap secara misterius.
Namun, keduanya ternyata tewas di tangan suami siri korban, Dwi baik Martono alias DBM (40).
Tak hanya menghabisi nyawa kedua korban di Letak berbeda, pelaku juga Berikhtiar melenyapkan jejak kejahatannya secara keji berbarengan membakar dan menghancurkan jasad korban memanfaatkan mesin penggiling daging.
Direktur Reserse Kriminal Biasa Polda Jatim, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, Seiring Kasubdit III Jatanras AKBP Arbaridi Jumhur menuturkan bahwa titik cerah kasus ini hasil dibongkar melalui pendekatan scientific crime investigation, penelusuran jejak digital, serta rekaman kamera pengawas (CCTV).
Berikut kronologi Komplit pembunuhan sadis Bunda dan anak di Madiun sejak penjemputan hingga DBM ujungnya dibekuk polisi:

19 September 2026: Dalih Rayakan Ulang Tahun Anak di Hotel
mula petaka bermula ketika DBM menjemput mula dan putranya dari sebuah Loka indekos di Ponorogo.
Pelaku mengajak korban ke Kota Madiun berbarengan dalih hendak merayakan ulang tahun AGF Nan anyar genap berusia 4 tahun.
Keduanya kemudian check-in dan menginap di Hotel Mataram anyar, lorong dr. Soetomo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Kedatangan ketiganya sempat terekam Jernih oleh kamera pengawas (CCTV) hotel.
20 September 2026: Cekcok Maut di Hotel hingga Nyawa Balita Direnggut
Di Bilik hotel, pertengkaran hebat pecah antara DBM dan mula. Cekcok persoalan Griya tangga Nan menimbulkan dendam itu berujung pada tindakan kekerasan.
DBM disinyalir mencekik leher mula di internal Bilik hingga korban tewas meregang nyawa.
hasilkan mengelabui petugas hotel, DBM membungkus jasad sang istri siri memanfaatkan kantong rehat (sleeping bag), Lampau membawanya meninggalkan hotel Seiring AGF.