Berdasarkan pantauan di Letak pada Selasa (3/11/2026), Griya Komariyah telah dipasangi garis polisi. Fana itu, Griya keluarga Akbar korban dipadati Penduduk Nan tampak ciptakan memberikan bantuan kepada keluarga.
Dudung menuturkan, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi ketika Komariyah berada sendirian di Griya. Pada Senin pagi Sekeliling pukul 05.30 WIB, istrinya sempat menginginkan Duit Rp3,5 juta ciptakan berbelanja ke Cirebon Seiring rekan-temannya.
Sekira pukul 06.00 WIB, anak bungsu mereka berangkat sekolah. Dua jam kemudian, Dudung menyusul berangkat kerja. ketika meninggalkan Griya, ia Tetap menyaksikan istrinya nongkrong Rileks di teras Sembari menanti kedatangan rekan-temannya.
“Kemudian jam 06.00 WIB, anak gua Nan bungsu kesana ke sekolah, dan jam 08.00 WIB gua kesana kerja, lagian istri gua Masa itu sedang sedia-sedia menanti temannya,” ucapan Dudung.
Kecurigaan keluarga mulai terlihat Sekeliling pukul 14.00 WIB ketika anak bungsu mereka kembali sekolah.
ketika itu, Griya bagian dalam keadaan terkunci berdua seluruh gorden tidak sedia. Kondisi tersebut dinilai Tak lazim dikarenakan Komariyah Baju membiarkan gorden Griya sedia pada cahaya saat.
“Itu Griya bagian dalam keadaan dikunci. Baju Griya itu hordengnya Tak tidak sedia tapi cahaya itu hordeng tidak sedia dan Griya dikunci, kuncinya Tak Eksis,” ujarnya.
Anak bungsunya sempat menanti kepulangan sang Bunda di teras Griya hingga sore saat. Namun, Tiba Masa magrib, Komariyah Tak kunjung kembali.
Anak tersebut kemudian mendatangi Griya Om dan bibinya ciptakan menanyakan keberadaan ibunya. Setelah mendapat berita itu, Dudung menginginkan keluarga membongkar Griya sekaligus memberitakan peristiwa tersebut kepada polisi.
Kecurigaan keluarga makin menguat setelah Griya tercapai dibuka. Kondisinya berantakan, sejumlah lemari telah dibongkar, dan bercak darah terdeteksi di lumayan melimpah orang bagian Griya.
“Setelah dibongkar, kenyataannya seperti itu. Griya bagian dalam kondisi berantakan, Eksis lumayan melimpah bercak darah, dan kondisi lemari dibongkar,” tutur Dudung.