SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jatim menyingkap output pemeriksaan forensik terhadap 15 fragmen tulang Nan terdeteksi internal penyidikan kasus pembunuhan Bunda dan anak di Kabupaten Madiun.

output identifikasi menjamin, fragmen tersebut merupakan tulang Orang Nan secara genetik terkait berdua kedua korban. output pemeriksaan tersebut disampaikan Kepala Bidang Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Wahono Edhi P., internal konferensi pers di Griya Sakit Bhayangkara Surabaya, Rabu (4/11/2026). 

“output pemeriksaan terhadap 15 fragmen tulang telah kita identifikasi bahwa itu Ialah tulang Orang. output DNA Nan melangkah keluar tanggal 30 Oktober, Eksis pas melimpah orang tulang Ekuivalen berdua sampel darah dari Bunda korban Hartik (66),” ujarnya.

“Jadi ditegaskan fragmen atau pecahan tulang ditegaskan milik korban mula Hardiyanti (30), dan pecahan tulang milik mula Hardiyanti juga Ekuivalen berdua tulang korban anak AGF umur 4 tahun,” imbuhnya.

Ia memaparkan, alur identifikasi memerlukan Masa dikarenakan sebagian Akbar fragmen Nan terdeteksi berukuran sangat Mini. Dari 15 fragmen tersebut, hanya Esa bagian Nan meraih dikenali berasal dari tulang panggul, Fana sisanya berupa serpihan Nan Susah dibedakan secara anatomis.

Selain menjamin identitas korban, tim forensik juga menemukan bahwa fragmen tulang Nan ditelusuri berasal dari dua Perseorangan berbeda.

“Fragmen tulang ini berasal dari dua sumber Orang Nan berbeda,” ucapan Kabid Dokkes Polda Jatim.

Dijelaskan pula bahwa ukuran serpihan tulang Nan Mini berperan tantangan tersendiri internal alur pemeriksaan laboratorium. Namun melalui analisis forensik dan tes DNA, identifikasi pada akhirnya meraih dijalankan.

“Dari serpihan serpihan tulang tersebut memang membutuhkan Masa agak lamban dikarenakan serpihan berukuran terlalu Mini, namun dari pemeriksaan terdapat Eksis struktur tulang dua jenis, Eksis Nan tipis banget dan Eksis Nan tebel,” paparnya.

Setelah alur identifikasi berakhir, fragmen tulang Nan telah ditegaskan terkait berdua korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga ciptakan dimakamkan secara layak.

Penyerahan dijalankan oleh Griya Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur kepada Hartik, Nan merupakan Bunda dari mula Hardiyanti sekaligus nenek AGF. (rus/mar)

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *