BEKASI, KOMPAS.com – Direktorat Polisi Satwa menekan anjing pelacak (K-9) hasilkan menelusuri jejak pelaku bagian dalam kasus dugaan perampokan Nan menewaskan EU (65) dan Membikin istrinya, PW (60), kritis di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com di Letak, anjing pelacak terlebih dahulu menyisir bagian bagian dalam Griya korban. Setelah itu, unit K-9 Beralih melangkah keluar dari halaman Griya dan menyusuri lahan Hampa Nan mengarah ke lorong Kalimalang, Tak berjarak dari Letak peristiwa.
Sekeliling 20 hingga 30 meter dari Griya korban, anjing pelacak berhenti di sebuah bangunan bekas Loka pencucian (steam) motor Nan sekarang difungsikan sebagai Letak penampungan barang rongsokan.
Anjing K-9 tersebut berada di titik itu selama susut extra 15 menit. Namun, selama tahapan penyisiran, hewan pelacak itu Tak menunjukkan reaksi atau indikasi kokoh adanya barang berita maupun jejak mencurigakan di area tersebut.
lafal juga: Polisi Periksa 5 Saksi bagian dalam Perampokan Sadis di Bekasi
Petugas kemudian menginginkan keterangan dari tiga pegawai Nan berada di Letak rongsokan tersebut. Setelah pemeriksaan lekas, anjing pelacak kembali diarahkan menuju Griya korban.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengemukakan, terduga pelaku diperkirakan melangkah masuk ke Griya melalui celah pada mula masa.
“hasilkan tersangka kami tinjau tadi dari olah TKP masuknya lewat celah. Jadi celah dirusak Nan di pojok sana (Ambang Griya),” ujar Andi ketika ditemui di Letak, Senin.
Menurut Andi, pelaku diperkirakan extra dahulu memanjat pagar bagian Ambang Griya Nan berbatasan berdua lahan Hampa di tidak berjarak lorong Raya Kalimalang. Dugaan itu diperkuat berdua temuan bekas jejak kaki di pagar Griya korban.
“Jadi kemungkinan Akbar dari tembok di Ambang, kemudian langsung memanjat ke realisasi masuk pagar Griya. Depannya ini lahan Hampa,” ungkapan Andi.
ketika peristiwa, anak bungsu korban berinisial DNA berada di bagian dalam Griya. Namun, ia mengaku Tak menyimak adanya keributan.
“Anaknya Tak menyimak. dikarenakan anak Nan bersangkutan istirahat jam 1 dan belum Eksis Bunyi-Bunyi. Beliau juga Tetap jumpa Baju orang tuanya itu di jam 10,” ujar Andi.
Griya korban terungkap Tak dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Meski demikian, polisi inti memeriksa rekaman CCTV dari Griya Penduduk di Sekeliling Letak peristiwa.
Terkait motif pembunuhan, Andi membongkar pihaknya Tetap mendalami peristiwa tersebut. Namun, dugaan Fana mengarah pada tindak perampokan.
lafal juga: Suami Tewas dan Istri Kritis di Bekasi, diperkirakan Dianiaya Barang Tumpul
“Motifnya Tetap bagian dalam lidik. Kami belum meraih memikat kesimpulan ketika ini. Tapi Nan disampaikan anak korban, gelang emas di tangan ibunya Lenyap, sandi mobil dua-duanya Lenyap,” ujar Andi.
Ia berbisik, ketika ini polisi telah menyita sejumlah barang berita telah dari Letak peristiwa.
“hasilkan barang berita ketika ini kami menjaga seprei Nan Eksis darahnya, serta Nan Eksis indikasi,” katanya.
ketika ini jenazah EU diangkut ke Griya Sakit Polri Kramat Jati hasilkan dijalankan visum dan autopsi. Adapun PW Tetap dirawat intensif di Griya Sakit Primaya.
Andi berbisik, penyelidikan kasus ini menyertakan personel dari Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, hingga Jatanras Polda Metro Jaya hasilkan membongkar pelaku dan motif peristiwa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan data jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang