Kuatbaca.com – Kasus pembunuhan disertai mutilasi Nan menggemparkan Penduduk Kota Depok ujungnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Pelaku teridentifikasi berinisial Saepul (26), Fana korbannya merupakan cowok berinisial K (51) Nan sebelum itu berkenalan berdua pelaku melalui media sosial. Peristiwa tragis ini bermula dari pertemuan keduanya Nan berakhir berdua pertengkaran hebat hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa.

1. Penemuan Mayat Mutilasi Gegerkan Penduduk Depok

Penduduk kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok, sempat dibuat geger setelah menemukan jasad cowok tak memakai kedua kaki di sebuah lahan Hampa pada Selasa, 4 Agustus 2026. Jenazah tersebut terungkap bagian dalam kondisi terbungkus plastik hitam dan dimasukkan ke bagian dalam karung beras.

Belakangan teridentifikasi, karung tersebut telah berada di Letak sejak 24 Juli 2026. Selama lumayan berlimpah orang masa, Penduduk mengira karung itu hanyalah tumpukan sampah sehingga Tak Eksis Nan Meletakkan curiga. data mengejutkan anyar terungkap ketika lumayan berlimpah orang Penduduk berniat membersihkan area tersebut dan hendak membakar karung Nan dianggap berisi sampah. ketika itulah isi karung teridentifikasi merupakan jasad Orang.

Laporan Penduduk kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian Nan langsung mengerjakan olah Loka peristiwa perkara (TKP), identifikasi korban, serta mengumpulkan berbagai barang kabar hasilkan menyingkap pelaku.

2. Polisi berhasil Menangkap Saepul ketika Berjuang Melarikan Diri

keluaran penyelidikan mengarah kepada seorang cowok bernama Saepul (26). Berdasarkan keterangan saksi, kabar di Letak peristiwa, serta keluaran identifikasi korban, polisi ujungnya berhasil mengetahui keberadaan pelaku.

Saepul diamankan di wilayah Pandeglang, Banten, pada Rabu permulaan masa, 5 Agustus 2026, ketika disinyalir sedang Berikhtiar melarikan diri. Penangkapan tersebut menyelesaikan pencarian pelaku Nan dikerjakan setelah kasus penemuan mayat mutilasi sebagai perhatian publik.

Dari keluaran pemeriksaan permulaan, teridentifikasi bahwa Interaksi antara pelaku dan korban bukanlah Interaksi keluarga ataupun rekan kerja. Keduanya anyar saling mengenal melalui media sosial sebelum ujungnya sepakat hasilkan Berjumpa tanpa perantara.

3. Pertemuan Berujung Cekcok hingga Pembunuhan

Penyidik menyingkap bahwa korban dan pelaku Berjumpa di sebuah Griya kontrakan di kawasan Cipayung, Kota Depok, pada 23 Juli 2026. Pertemuan Nan awalnya terjadi Normal berubah sebagai pertengkaran.

Menurut keluaran penyelidikan, cekcok tersebut berujung pada tindakan kekerasan. Pelaku disinyalir menusuk bagian perut korban sebelum kemudian menggorok lehernya memakai sebilah pisau hingga korban meninggal Bumi.

Setelah menjaga korban Tak lagi bernyawa, pelaku disinyalir Berjuang menghapuskan jejak berdua jejak memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha. Tubuh korban kemudian dibungkus memakai plastik hitam dan karung sebelum dibuang ke kawasan Tanah Merah.

Fana itu, kedua kaki korban dipisahkan dan dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas, agar Tak praktis terungkap oleh aparat maupun masyarakat.

4. Motor Korban diajak Kabur Setelah Pembunuhan

Tak hanya menghapuskan jejak pembunuhan, pelaku juga disinyalir membawa kabur sepeda motor milik korban setelah peristiwa tersebut terjadi.

Kendaraan itu kemudian diajak menuju wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, sebelum ujungnya dijual. data tersebut sebagai tidak presisi Esa barang kabar Krusial Nan makin menguatkan dugaan keterlibatan pelaku bagian dalam kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut.

Penyidik Tetap mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya motif lain di kembali tindakan pelaku selain pertengkaran Nan terjadi ketika pertemuan terjadi.

5. Pengakuan Saepul: Mengaku Emosi dan Susah Membawa Jenazah

bagian dalam rekaman pemeriksaan Nan beredar, Saepul memberikan penjelasan mengenai peristiwa Nan terjadi. Ia mengaku pertengkaran bermula setelah dirinya mengalami mendapat perlakuan keras dari korban.

Pengakuan Saepul: “Saya berontak, terus Beliau kayak nampar Saya. terus Saya tak Sorong kan, Saya mau berteriak terus Saya didorong dari tangga. Udah telanjur didorong ke bawah, Saya serap pisau lah, Saya tusuk di bagian sininya (pinggang).”

Pelaku juga mengaku emosinya makin memuncak ketika korban Tetap memberikan perlawanan.

“terus Beliau berontak lagi, nendang Saya. Saya makin emosi, Bang. terus Saya pegang aja kepalanya, tangan Beliau kan udah nggak meraih (melawan) dikarenakan megang perut, terus Saya pegang aja kepalanya, terus Saya gorok.”

Mengenai alasan mengerjakan mutilasi, Saepul menyebut tindakan tersebut dikerjakan dikarenakan kesulitan membawa tubuh korban meninggalkan dari Letak peristiwa.

“dikarenakan susah bawanya juga, Bang, di situ kan padat orang dan perumahan juga.”

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *