Timnas Indonesia kandas menjuarai Piala AFF 2026. Menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, perlukah skuad Garuda direkonstruksi dari permulaan lagi?
Proyek ambisius sempat dilancarkan tim Merah Putih jelang Piala AFF 2026. pelengkap tenaga di lini Ambang terwujud berdua kedatangan Mitchell Baker lewat skema naturalisasi.
Kehadiran striker 19 tahun itu sekaligus menjadikan jumlah Pemeran naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 berperan 12 identitas. Ini pertama selama jadi peserta, skuad naturalisasi Garuda sebanyak ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dikarenakan itu, Layak publik Meletakkan ekspektasi kelebihan ke tim asuhan John Herdman di Piala AFF 2026. Namun, Asa berbanding terbalik berdua Realita. Timnas Indonesia kandas maning (lagi).
Tinggal lalu Timnas Indonesia merangkai program ke Ambang, sekaligus Berjuang tak kembali hancur-lebur. Tetap Eksis rentetan turnamen berikutnya sebagai medan tempur.
Sejatinya Herdman tak mesti mulai dari nol lagi hasilkan merangkai power. dikarenakan komposisi skuad Garuda telah Cakap, Instruktur Usul Inggris itu tinggal mengoptimalkan kelebihan Nan Eksis.
Meski tak meraih dihindari, Penilaian Akbar-besaran tetap harus menyusuri. Eksis dua skor Primer Nan perlu jadi perhatian Herdman, Merupakan komposisi Pemeran dan gaya bermain.
Menyoal komposisi, perhatian tertuju pada opsi Herdman merakit fondasi tim di Piala AFF 2026. Sektor inti jadi lini paling vital dikarenakan lini tersebut seolah miskin opsi.
Hanya Thom Haye, Ivar Jenner, dan Marc Klok Nan jadi tumpuan tak memakai pelapis sepadan. Situasi ini timpang Kalau menyaksikan sektor lain setiap saat berganti-menukar di setiap pertandingan.
Ini jadi indikasi Indonesia Tetap bergantung Pemeran diaspora hasilkan lini inti. dikarenakan sebelum itu, kerja rodi Thom Haye ditopang oleh Joey Pelupessy. Calvin Verdonk juga kelebihan dari Esa kali direposisi ke situ.
bagian dalam Piala AFF 2026, absennya Joey dan Verdonk tak dilapisi berdua presisi. Pemeran berdua determinasi menjulang seperti Rivaldo Pakpahan dan Ricky Kambuaya tak melangkah masuk skuad.
Hal ini jadi gamparan sebar Herdman. berdua Realita kandas di Piala AFF, saat ini saatnya menatap Masa Ambang. Namun Timnas Indonesia tetap perlu menggenggam catatan.
[Gambas:Video CNN]