Keterangan gambar, Para buruh migran Indonesia di Hong Kong rutin menggelar langkah menuntut keadilan sebar Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih.

Telah diterbitkan

Bankir Inggris Rurik Jutting telah dinyatakan bersalah hasilkan pembunuhan berencana Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih dan dijatuhi hukuman penjara seumur Hayati, tapi Rebecca Henschke mengabarkan, nasib mengerikan dari dua Wanita Indonesia Nan terbunuh diabaikan dari perhatian pas berlimpah orang. Kenapa kita Tak Acuh?

Di sini, di Indonesia, publik telah begitu terbiasa berdua laporan kekerasan dan penyalahgunaan pekerja migran kita. romansa-romansa horor terkait mereka terlihat Nyaris setiap purnama dan pemimpin Joko Widodo telah menempatkan perlindungan buruh migran sebagai tidak presisi Esa sandi aturan eksternal negerinya.

extra dari Esa kasus memang menimbulkan unjuk Selera di Ambang kedutaan-kedutaan asing, dan sesama pekerja migran pun terus berteriak menyuarakan hak-hak Wanita pekerja di eksternal negeri.

Tapi extra dari Esa pekerja migran Indonesia dibunuh secara brutal dan ternyata pemberitaan dan perhatian terhadap sidang pembunuhan Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih, di Hong Kong, sangatlah terbatas.

Di media sosial, nyaris tak Eksis orang Nan akurat-akurat membicarakan pembunuhan ini, dan kalaulah Eksis perbicangan, nadanya berjarak dari simpati pada dua Wanita korban.



By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *