DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus pembunuhan sadis di jalur Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan (Densel), berawal dari adanya pesta miras. Padahal pihak kepolisian mengklaim rutin melaksanakan patroli hasilkan mencegah peredaran miras di wilayah tersebut. Oleh dikarenakan itu, Polresta Denpasar akan mengevaluasi pola pengamanan di pelabuhan tersebut.
“Dari keterangan saksi-saksi dan pelaku kasus ini mengaku sempat minuman keras. Oleh dikarenakan itu, Polresta Denpasar dan Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa akan melaksanakan Penilaian menyeluruh terhadap pola pengamanan dan patroli Nan selama ini dilaksanakan. Tentu saja akan dikerjakan pembahasan-pembahasan terlebih dahulu,” ucapan Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Senin (13/4).
Iptu Adi menerangkan secara Biasa patroli rutin Nan dikerjakan oleh personel gabungan instansi terkait dan polsek, khususnya di wilayah Pelabuhan Benoa, rutin dikerjakan. Meski demikian, dinamika di lapangan menunjukkan Tetap adanya celah Nan dipakai oleh oknum hasilkan melaksanakan aktivitas tidaksah, seperti peredaran miras tak memakai otorisasi maupun potensi penyalahgunaan narkoba.
“Sebagai jejak tindak berikut, Polsek Kawasan Benoa berikut menaikkan intensitas patroli, khususnya pada jam-jam rawan. Selain itu menguatkan kegiatan patroli dialogis berbarengan menyasar para pekerja pelabuhan, ABK, dan pelaku Upaya di Sekeliling kawasan,” tegasnya.
Selain itu, razia terpadu terhadap penjual minuman keras tidaksah akan digelar secara berkala, bekerja Baju berbarengan instansi terkait guna menjaga peredaran miras sesuai ketentuan Nan Beraksi.
Seperti diberitakan ABK, Egi Ramadhan (30) serta Dan Hisam Adnan (30) dibunuh Lampau dibakar di jalur Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Jumat (10/4). Sekeliling 10 jam melaksanakan penyelidikan, Tim gabungan Polresta Denpasar, Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa dan Polda Bali tercapai menyingkap kasus tersebut.
Pelakunya, Sadat Agusnia, Dede Hamzah, Nurdin, Deni Rizaldi, dan Iyan Sopian. Mereka dibekuk di kawasan Pelabuhan Benoa dan Denpasar Selatan. sebelum itu peristiwa, korban dan pelaku seruput miras. (Kerta bangsa/balipost)