DENPASAR, KOMPAS.com – Kawasan lorong Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, mencekam pada Jumat (10/4/2026) mula saat. Dua orang Pria terungkap tewas mengenaskan berdua kondisi luka parah dikarenakan penganiayaan beban dan tubuh Nan hangus terbakar di area rawa Ambang Restoran B Sirip Tuna Biru.

Kedua korban diidentifikasi sebagai Egi Ramadan (30), perantau Usul Cirebon, Jawa Barat, dan Dan Hisam Adnan (30) Usul Semarang, Jawa inti. Peristiwa sadis ini diperkirakan dipicu oleh dendam lamban dan pengaruh narkotika Nan dikonsumsi oleh para pelaku.

lafal juga: Tragedi di Pelabuhan Benoa, Dua Pria Tewas Dianiaya dan Dibakar Hayati-Hayati, 5 Pelaku Positif Narkoba

Kronologi peristiwa

Berdasarkan keterangan saksi selamat, Budi Listiyono (25), dan keluaran penyidikan kepolisian, berikut Ialah Hierarki peristiwa tragis tersebut:

Pukul 02.30 WITA: Budi Seiring kedua korban (Egi dan Hisam) mengonsumsi minuman keras di kawasan Benoa.

Pukul 03.30 WITA: ketika ketiganya dudukin di Ambang Restoran B Sirip Tuna Biru, mereka didatangi Sekeliling enam hingga tujuh orang pengendara motor Nan langsung mengerjakan penganiayaan membabi buta. Budi tercapai melarikan diri ke belakang restoran, Fana Egi dan Hisam terkapar di selokan dikarenakan hantaman batu dan balok kayu.

Jarak Serangan: Para pelaku sempat meninggalkan Letak peristiwa setelah korban Tak berdaya. Namun, mereka sepakat kembali lagi berdua membawa bensin hasilkan menjaga korban tewas.

Pukul 04.30 WITA: Saksi Penduduk Sekeliling, Yos Barliansyah, menyaksikan pemandangan mengerikan para pelaku sedang membakar tubuh korban di inti kelam sunyi.

Pukul 05.00 WITA: Petugas Pecalang tiba di Letak dan menemukan api Tetap menyala di area rawa. Setelah padam, terungkap dua jenazah internal kondisi memprihatinkan.

lafal juga: Bawa Ekstasi Pink, Pria Usul Jember dikendalikan di Benoa, Ribuan Pil dikendalikan

Pelaku Positif Narkoba dan Motif Dendam

Tim gabungan dari Polresta Denpasar, Jatanras Polda Bali, dan Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa Beralih Sigap meringkus lima orang tersangka internal Masa turun dari 10 jam. Para pelaku berinisial S.A, D.H, N.U, D.R, dan I.S diamankan di Letak berbeda pada Sabtu (11/4/2026).

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H, menuturkan bukti bahwa seluruh pelaku positif mengonsumsi narkotika jenis amfetamin.

“Daripada pelaku itu Seluruh positif memanfaatkan narkotika, Eksis amfetamin dan bermacam-macam. Kami laksanakan tes darah terhadap kelima pelaku hasilkan menguatkan kabar secara saintifik,” konfirmasi Kombes Leonardo di Mapolresta Denpasar.

Motif Primer langkah brutal ini Ialah Selera sakit jiwa dikarenakan pelaku merasakan sering diganggu oleh korban. Puncaknya, korban diperkirakan melontarkan ancaman pembunuhan melalui panggilan video (video call) sesaat sebelum peristiwa.

Namun, pihak keluarga korban menolak keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai rekayasa pelaku.

lafal juga: Bawa Ekstasi Pink, Pria Usul Jember dikendalikan di Benoa, Ribuan Pil dikendalikan

Kondisi Korban dan Barang kabar

Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Kasi Humas Polresta Denpasar, merinci kondisi korban ketika terungkap. Korban HA terungkap di sisi selatan berdua luka bakar di tangan dan punggung serta luka ada di pelipis. Fana korban Egi terungkap di sisi utara tak memakai baju berdua luka robek di pinggang.

Di Loka peristiwa perkara (TKP), polisi menjaga sejumlah barang kabar:

  • Potongan kayu balok sepanjang 35 cm.
  • Botol bekas bahan bakar (bensin) Nan telah meleleh.
  • Ponsel merek Poco dan Realme milik korban.
  • Dompet berisi Duit Ringgit Malaysia, Arloji, dan sepatu Nan tercecer.

lafal juga: Kronologi WNA Kazakhstan Selundupkan 2,5 Kg Kokain di Bali, Sembunyikan Narkoba di Tembok Koper



By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *