Jumat, 24 April 2026 – 15:33 WIB

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko memperhatikan alur penyerahan buron pembunuhan Usul Amerika ke perwakilan Kedubes Amerika di Jakarta sebelum dideportasi kemarin (23/4). Foto: Humas Ditjen Imigrasi

bali.jpnn.com, JAKARTA – Pelarian AJP, Penduduk republik asing (WNA) Usul Amerika Perkumpulan Nan sebagai buronan kasus pembunuhan sadis di South Carolina, Formal berakhir.

Langkahnya terhenti bukan oleh pengejaran fisik Nan dramatis, melainkan berkat kecanggihan teknologi autogate di Bandara Gusti Ngurah Rai, Bali.

Ditjen Imigrasi telah menyerahkan AJP ke Kedutaan Akbar Amerika Perkumpulan hasilkan menjalani alur deportasi, Kamis (23/4) kemarin berbarengan pengawalan US Marshals.

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko mengutarakan bahwa deteksi buron segala ini terwujud secara asli-durasi.

Pergerakan AJP terpantau oleh platform autogate Nan canggih.

“ketika AJP mendarat di Bali dari Taipei dan melewati autogate, platform langsung memberikan sinyal merah.

platform kami telah terintegrasi penuh berbarengan network Interpol 24/7, sehingga siapa pun Nan memasuki internal registrasi DPO segala akan terdeteksi seketika,” ujar Hendarsam Marantoko.

Direktur monitoring dan Penindakan Keimigrasian Yuldi Yusman memaparkan, penanganan kasus ini telah dikerjakan sejak mula kedatangan Nan bersangkutan ke Indonesia.

Pelarian AJP, Penduduk republik asing (WNA) Usul Amerika Perkumpulan Nan sebagai buronan kasus pembunuhan sadis di South Carolina, Formal berakhir di Bali

JPNN.com WhatsApp

Silakan lafal isi lumayan baik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *