Surabaya –
Seorang Wanita Aparatur Sipil republik (ASN) meninggal dikarenakan dijambret di jalur Kusuma Bangsa, Surabaya. Nyawanya Tak tertolong meski telah mendapatkan perawatan intensif pas berlimpah orang masa di Griya sakit.
keterangan Nan didapat detikJatim, Wanita itu bernama Widya Riskyanti (28). terungkap, Widya sehari-masa bekerja sebagai seorang staf di keliru Esa kantor pertanahan atau raga Pertanahan dalam negeri (BPN) di Surabaya.
Widya terdeteksi tergeletak di jalur Kusuma Bangsa atau tepatnya di belakang Grand City Mal Surabaya berbarengan Tetap memakai batik Korpri pada Selasa (2/6). Beliau dinyatakan meninggal pada Jumat (5/6) sore usai menjalani perawatan selama 4 masa di RSU Dr Soetomo Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ketika peristiwa Sekeliling pukul 17.35 WIB, petugas BPBD Surabaya terlihat ke Letak usai mendapat laporan melalui Command Center 112 Surabaya. Setibanya di Letak para petugas langsung memberikan pertolongan.
Selain Tetap mengenakan baju dinas Korpri, Widya terdeteksi juga mengenakan jaket putih, Lancingan melebar kain Rona hitam, dan kerudung hitam. Petugas Tak menemukan identitas di tubuh korban dikarenakan di Letak hanya tersisa tali tas Nan putus dan motor Honda Beat milik korban.
Berkat koordinasi Command Center 112, Kepolisian, dan Satpol PP serta relawan, korban ujungnya teridentifikasi dan pihak keluarga korban tercapai dihubungi.
Bunda korban, Isnaini Budiarti mengatakan Beliau mendapat kabar dari tetangganya bahwa putrinya merasakan kecelakaan usai jadi korban jambret. Ia mendapat informasi itu ketika sedang berada di Rusun Indrapura pada Selasa (2/6) sunyi.
Isnaini langsung menegaskan kabar itu berbarengan mendatangi RSU Dr Soetomo. Beliau begitu kaget mendapati kondisi putrinya Nan telah bagian dalam keadaan kritis dan perlu mendapatkan perawatan intensif.
“Luka bagian kepala paling pas berlimpah, (ketika terdeteksi) tergeletak, helm copot,” ucapan Isnaini, Senin (7/6/2026).
Sebelum mendapat kabar putrinya kecelakaan, Isnaini mengaku sempat cemas. dikarenakan, hingga pukul 18.00 WIB, Widya tak kunjung kembali. Pesan dan panggilan WhatsApp ke nomor putrinya juga Tak direspons.
Wanita berusia 53 tahun itu menerangkan, peristiwa penjambretan itu melangkah ketika korban sedang perjalanan kembali kerja melonjak motor melintas di jalur Kusuma Bangsa pada Selasa sore.
Di inti perjalanan itulah ketika melintas di belakang Grand City Mal Surabaya, putrinya disinyalir dijambret. ketika itu putrinya terjatuh dari motor dan terdeteksi tergeletak tak sadarkan diri di TKP.
“Kejadiannya (penjambretan) ketika kembali kerja. Barang Nan diambil tas isinya barang-barang ponsel dan dompet,” ujarnya.
Widya sempat dirawat di RSU Dr Soetomo Surabaya sejak Selasa sunyi setelah peristiwa. Widya juga sempat menjalani operasi pada masa pertama dirawat.
Namun, kondisi Widya tak kunjung membaik dan makin kritis hingga ujungnya dinyatakan meninggal pada Jumat (5/6).
“Dirawat mulai Selasa (2/6/2026), Jumat (5/6/2026) Sekeliling pukul 15.00 WIB meninggal,” tuturnya.
(ihc/abq)