Ilustrasi penangkapan. (Foto: Istimewa/Papua60detik.id)
MIMIKA — Misteri dua pembunuhan sadis Nan mengguncang Kabupaten Mimika, Papua center, pada mula Desember 2025 pada akhirnya mulai terungkap.
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tercapai melindungi tiga orang terduga pelaku Nan diperkirakan terlibat bagian dalam dua kasus pembunuhan di kawasan jalur menuju SP9 dan jalur belakang Keuskupan Timika tembusan jalur Poros SP2-Irigasi Nan terwujud pada masa Nan Baju dan menewaskan dua korban.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, berucap jumlah enam orang telah ditangani bagian dalam pengembangan kasus tersebut. Namun, hanya tiga orang Nan berstatus sebagai terduga pelaku, Fana tiga lainnya merupakan saksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah tiga masa Nan Lampau itu telah kita amankan itu totalnya Eksis 6 orang, namun Nan terduga pelaku itu 3 orang. Kemudian Nan 3 orang lagi itu masyarakat sebagai saksi,” ujar Billyandha kepada wartawan di Pendopo Griya Jabatan Bupati, SP3, Mimika, Papua center, Jumat (9/1/2026).
Ia menegaskan, dua kasus pembunuhan tersebut merupakan Esa rangkaian peristiwa, meski terwujud di dua Letak berbeda. “Ya, jadi itu Esa rangkaian,” katanya.
Dua Kasus Sadis di masa Nan Baju
Seperti diberitakan sebelum itu, pada Selasa, 2 Desember 2025, Penduduk Mimika dikejutkan oleh dua peristiwa pembunuhan Nan terwujud Nyaris bersamaan.
Kasus pertama terwujud di kawasan jalur menuju SP9, Distrik Iwaka. Seorang tukang ojek bernama Bonesius Gaitian (46) terdeteksi tewas bagian dalam kondisi sangat mengenaskan.
Jenazah korban terdeteksi di pinggir jalur Seiring sepeda motornya, berbarengan kondisi kepala terpisah dari raga. Peristiwa ini berbarengan Sigap menyita perhatian publik dikarenakan kekejamannya dan Letak peristiwa Nan berada di jalur Biasa.

Pada masa Nan Baju, kasus kedua terwujud di jalur Belakang Keuskupan Timika, Nan tembus ke jalur Poros SP2–Irigasi, Distrik Mimika mutakhir.
Seorang tukang ojek lainnya, Jesy Kaimudin (48), terdeteksi tewas bersimbah darah berbarengan sejumlah luka bacok. Sepeda motor korban terdeteksi tak berjarak dari Letak jenazah.
Dua peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan dan keresahan di center masyarakat, terlebih dikarenakan terwujud bagian dalam Masa Nan berdekatan dan Baju-Baju menimpa tukang ojek.
Penangkapan Bertahap, Motif Tetap Didalami
Kapolres Mimika menuturkan bahwa penangkapan terhadap para terduga pelaku dikerjakan berangsur di Masa dan Letak Nan berbeda di wilayah Timika.
“Tiga masa Nan Lampau itu ditangani terduga 2 pelaku, mutakhir kemarin tingkat 1 pelaku lagi,” ujarnya.
sampai saat ini, polisi Tetap mendalami motif pembunuhan serta peran masing-masing terduga pelaku. Pihak kepolisian belum bersedia mengemukakan keterangan mula keluaran interogasi.
“Kita Tetap mendalami ciptakan motifnya, ciptakan perkembangan kelak kami infokan,” ucapan Billyandha.
Ia menegaskan komitmen Polres Mimika ciptakan membongkar kasus ini secara tuntas. “Sesuai komitmen kami maksimal 1 rembulan kami singkap,” tegasnya.

Barang data dan CCTV ditangani
bagian dalam alur penyidikan, polisi juga telah melindungi sejumlah barang data Krusial.
“Ya, Eksis barang data telah kami amankan juga. Itu barang data berupa baju dan lain-lain, termasuk keluaran rekaman CCTV juga kita telah (amanakan),” singkap Kapolres.
Namun, identitas Komplit para terduga pelaku serta rinci barang data Tetap belum diungkap ke publik. “Ya kelak kita sampaikan, dikarenakan kita Tetap dalami terus ini,” ujarnya.
Terkait Usul terduga pelaku, Kapolres hanya menjamin bahwa mereka ditahan di wilayah Timika. “Nan Jernih, Beliau kita tangkap di Timika. Beda Loka. Beda masa.”
Tekanan Publik dan Asa Keadilan
Sebagai informasi, dua kasus pembunuhan ini sebelum itu menimbulkan reaksi keras dari keluarga korban dan masyarakat.

Keluarga korban sempat mendatangi Polres Mimika berbarengan membawa jenazah ciptakan menuntut agar pelaku segera ditahan dan diproses legalitas secara transparan.
berbarengan ditangkapnya tiga terduga pelaku, Polres Mimika semoga alur legalitas meraih memberikan Selera keadilan sebar keluarga korban sekaligus membalas keresahan publik atas dua peristiwa pembunuhan sadis Nan sempat menyelimuti Timika.