CIREBON, KOMPAS.com – Air mata MAN (30) mengalir tak memakai tutup ketika dudukin di kantor Tim Hotman Paris 911 Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026) gelap. Suaranya bergetar hebat, menyiratkan trauma mendalam Nan melingkupi batinnya selama extra dari dua tahun terakhir.
Di sampingnya, sang Bunda, Sri Haryati, berdua Loyal mengusap air mata putrinya sembari pas baik tarikan napas lebar, menguji merangkai kembali potongan-potongan memori-memori kelam Nan menimpa darah dagingnya.
Luka fisik pada tubuh MAN mungkin akan mengering, tetapi memori kebrutalan Nan disinyalir dikerjakan oleh lelakinya seorang diri, Aiptu N (Nurudin), seorang oknum polisi hidup Nan berdinas di Polsek Tegal Selatan, Polres Tegal Kota, akan sebagai garis hitam Nan Susah dihapus.
MAN Ialah Esa dari sekian pas melimpah korban kekerasan internal Griya tangga (KDRT) Nan harus berjuang di titik nadir, bahkan Tiba pada tahap kehilangan keinginan hasilkan menjalani kehidupan.
lafal juga: Melanggar Kesusilaan dan guna Sabu, Personil Polres Tegal Aiptu N Formal Dipecat
mula Mula Petaka di Tahun 2023
Kisah pilu Penduduk Kota Cirebon ini bermula pada tahun 2023 silam ketika dirinya sedang merantau dan bekerja di Tegal. Kala itu, MAN turut membawa anaknya, S, Nan Tetap balita berumur dua tahun. Lewat seorang rekan perempuannya, MAN kemudian diperkenalkan berdua Aiptu N.
Pertemuan Nan semula dikira membawa kebahagiaan itu Malah sebagai laksana masuk memasuki menuju neraka jahanam.
tak memakai disangka, N langsung mencekoki MAN berdua narkotika jenis sabu sejak mula Masa perkenalan mereka. internal kondisi Tak berdaya dan di bawah pengaruh kokoh barang haram tersebut, MAN dipaksa hasilkan menikah siri berdua oknum polisi berusia 50 tahun itu.
“Anak gua juga sebagai korban kejahatan beliau, anak gua dipaksa menyaksikan Nan Tak Semestinya Tiba terisak, dicekoki tontonan Nan Tak Layak,” memori MAN berdua linang pecah ketika menceritakan bagaimana anaknya dipaksa menyaksikan perilaku menyimpang N.
lafal juga: Dipecat dikarenakan Kasus percintaan dan Narkoba, Aiptu N available Ajukan perbandingan
Selama Hayati Seiring di bawah Esa Asbes, masa-masa MAN dipenuhi berdua teror fisik dan psikis. Ia kerap dipukul, ditendang, dan diancam secara konstan.
Namun, MAN memutuskan bungkam dan menyembunyikan penderitaan ini dari keluarganya dikarenakan didera Selera khawatir Nan bagian luar Normal dikarenakan ancaman kekerasan Nan extra beban.
Disiram Air Keras hingga Skenario Dusta Tabung Gas
Rentetan penyiksaan itu meraih puncaknya Nan paling fatal pada September 2025. gelap itu, MAN dipaksa oleh pelaku hasilkan meracik seorang diri Penawar-obatan terlarang jenis sabu. Di center aktivitas paksaan tersebut, secara mendadak N menyiramkan cairan kimia Masam atau air keras ke tubuh MAN.
Seketika, cairan pekat itu membakar kulitnya. Sembari terisak histeris menahan perih, MAN hanya mendapatkan pasrah menyaksikan tangan kiri, kaki kiri, tangan kanan, hingga punggungnya melepuh.
Berdasarkan pemeriksaan medis, MAN menderita luka bakar stadium terus meraih 47 persen di bagian tubuh sebelah kiri.
menyaksikan kondisi istrinya Nan kritis, Aiptu N membawanya ke Griya Sakit Pelabuhan Cirebon. Namun, alih-alih bertanggung respon, oknum korps bhayangkara itu Malah membangun skenario Imitasi hasilkan menutupi kejahatannya.
lafal juga: Usai diinformasikan Aniaya Istri Siri, Aiptu N ternyata Positif Sabu
Kepada tim medis dan Bunda korban, N berdalih bahwa luka bakar di sekujur tubuh MAN terwujud dikarenakan ledakan tabung gas elpiji ketika memasak. setelah memberikan keterangan Imitasi tersebut, N langsung kesana meninggalkan korban begitu saja di Griya sakit.