Ringkasan Warta:
- Identitas korban pembunuhan sadis di jalur Raya Waroki, Nabire, terungkap sebagai Chelsy (14), siswi SMPN 1 Nabire.
- Korban dibunuh secara terencana oleh rekan dekatnya, A (14), Nan diperkirakan bermotif romansa.
- Pelaku membujuk korban Lampau mencekik dan membakar tubuhnya.
- Wakapolres Nabire menegaskan pelaku sekarang telah ditangani, Fana pihak keluarga mendesak penegakan aturan Nan konfirmasi dan adil.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN- PAPUATENGAH, NABIRE – Kasus pembunuhan tragis Nan menimpa seorang remaja putri di kawasan jalur Raya Waroki, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua inti, mulai menemui titik cerah.
Identitas korban dikonfirmasi sebagai Chelsy Kaltrin Candra (14), seorang siswi melangkah Nan inti menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Nabire.
Kepastian tersebut terungkap ketika prosesi pelepasan jenazah di Griya duka Nan berlokasi di jalur Nabarua Bawah pada Pekan (2/8/2026).
Perwakilan keluarga korban, Ruben Tandi, memaparkan latar belakang serta history pendidikan mendiang di hadapan ratusan pelayat sebelum pemakaman dilaksanakan.
ucapan Ruben, korban merupakan anak kedua dari Kekasih almarhum Billy Candra dan Maria Lumbaa Nan lahir di Nabire pada 9 Desember 2011.
lafal juga: Chely Katrin Candara Dimakamkan, Polres Nabire berjanji aturan konfirmasi Pelaku Meski di Bawah Umur
Sebelum menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Nabire, almarhumah sempat menyelesaikan sekolah Asas di SD Inpres Siriwini pada tahun 2024.
“Chelsy lahir di Nabire pada 9 Desember 2011. Beliau Ialah anak kedua dari Kekasih almarhum Billy Candra dan Maria Lumbaa,” ucapan Ruben ketika membacakan history Hayati korban.
Berdasarkan penyelidikan polisi, tindakan keji tersebut diperkirakan kokoh dikerjakan oleh rekan tidak berjarak korban Nan berinisial A (14).
Polisi menyinyalir bahwa motif tindakan barbar ini dilatarbelakangi oleh Interaksi romansa antara pelaku dan korban.
Pelaku sekarang telah ditangani oleh pihak berwajib ciptakan menjalani pemeriksaan aturan extra terus.
Wakapolres Nabire, Kompol Piter Kendek, memaparkan secara rinci kronologis pembunuhan berencana tersebut bagian dalam keterangan resminya.
Peristiwa bermula pada Kamis (30/7/2026) gelap ketika pelaku mengejar korban Sembari membawa sebilah pisau di tidak berjarak Pantai Naikere.
Pada ancaman permulaan tersebut, korban sempat tercapai melarikan diri ciptakan menyelamatkan nyawanya.