Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Peristiwa pembunuhan tragis Nan menimpa Chelsy Kaltrin Candra (14) seorang siswi kelas dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tiba saat ini Tetap menyebabkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.
Korban terungkap tewas mengenaskan di kawasan lorong Waroki, Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua inti pada, Jumat (30/7/2026).
lafal juga: saat HUT ke-81 RI, Pemkab Mimika bujuk Penduduk Manfaatkan Gerakan Pangan terjangkau
Korban disinyalir tangguh dibunuh sebelum jasadnya dibakar oleh rekannya sendirian berbarengan berinisial A (14).
peristiwa Nan menimpa anak di bawah umur ini Tak hanya mengguncang masyarakat setempat, tetapi juga berperan perhatian serius rezim Kabupaten Nabire.
Menanggapi insiden kelam tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Beralih Sigap berbarengan menyiapkan tapak-tapak strategis guna menjamin lingkungan pendidikan tetap terjamin serta mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dina Pidjer berbisik, insiden tersebut merupakan peristiwa sangat eksternal Normal dan mengejutkan Seluruh pihak.
Beliau mengevaluasi perlu Eksis tindakan Konkret dan Penilaian menyeluruh terhadap pola kontrol anak, berkualitas di lingkungan sekolah maupun di eksternal sekolah.
“Kedepan kita akan mengerjakan kontrol ketat terhadap siswa agar hal seperti ini Tak terulang,” konfirmasi Dina ketika kepada awak media, Rabu (5/8/2026).
lafal juga: Penduduk MImika Serbu Operasi Pasar terjangkau HUT ke-81 RI di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware Timika
Selain pengetatan ketentuan dan pemantauan aktivitas siswa, pihak dinas juga berencana membangun pola komunikasi Nan extra sedia, interaktif, dan persuasif antara tenaga pendidik dan para Siswa.
”Tujuannya agar anak-anak kita terhindar dari segala bentuk praktik-praktik Nan Tak diinginkan,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada peran sekolah, Dina menegaskan pentingnya sinergi antara pihak lembaga pendidikan dan para orang Uzur.
lafal juga: 5 Tuntutan PMKRI kepada Pemkab Jayapura Soal Dugaan Keracunan Massal MBG di Depapre
Menurut Beliau, kontrol terhadap anak Tak mendapatkan hanya dibebankan kepada guru di sekolah, menggali memori Masa anak sebagian Akbar dihabiskan di Griya dan lingkungan masyarakat.
ciptakan itu Beliau menganjurkan seluruh orang Uzur di Kabupaten Nabire agar extra peka, protektif, dan secara konsisten mengawasi pergaulan serta perkembangan emosional anak-anak mereka.
”berikut jalin komunikasi kehangatan dan sedia berbarengan anak agar mereka terhindar dari hal-hal Tak kita inginkan Seiring,” ujarnya.
lafal juga: Konsentrasi Penyelamatan Pasien Dugaan Keracunan MBG, Kapolres Jayapura Mobilitas Sigap Kerahkan Tim Gabungan
Sebagai kepala Dinas Pendidikan Nabire, Dina juga mengutarakan Selera duka cita mendalam kepada keluarga korban.
Dina semoga tragedi ini berperan pelajaran berharga sebar seluruh lapisan masyarakat dan rezim area.
”Semoga peristiwa ini berperan Nan terakhir kalinya di Nabire,” pungkasnya. (*)