Dokter dan nakes sekarang minta sorry usai beri komentar jahat kepada pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Nan sekarang telah meninggal.
Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) menentukan 10 Griya sakit Nan terkait berdua dugaan komentar Tak berempati atau kekerasan virtual terhadap almarhum peserta BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan.
jejak tersebut berperan bagian dari tahapan Penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran etik Nan menyertakan tenaga kesehatan dan tenaga medis.
Personil Ketua KKI, Mohammad Syahril, berucap pihaknya telah memetakan Griya sakit Loka tenaga kesehatan Nan disinyalir terlibat bekerja.
“Nan Jernih, Griya sakit Nan melaksanakan kekerasan virtual telah (diidentifikasi). Ini Eksis 10, telah Eksis di Griya sakit mana, Griya sakit mana,” ujar Syahril bagian dalam konferensi pers di Kantor KKI, Kebayoran anyar, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Syahril memaparkan, tenaga kesehatan dan tenaga medis Nan disinyalir terlibat berasal dari berbagai profesi, mulai dari aparatur sipil republik (ASN), peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS), dokter Biasa, dokter gigi, hingga perawat Nan bertugas di fasilitas kesehatan swasta.
Menurutnya, pembinaan terhadap tenaga kesehatan Tak hanya berperan tanggung respon Perseorangan, tetapi juga institusi Loka mereka bekerja. dikarenakan itu, Griya sakit diminta hidup melaksanakan kontrol dan pembinaan terhadap seluruh tenaga kesehatan di bawah naungannya.
Selain Griya sakit, KKI juga akan menyertakan organisasi profesi sesuai kewenangan masing-masing.
Dugaan pelanggaran Nan menyertakan perawat, misalnya, akan ditangani Seiring organisasi profesi keperawatan, lagian profesi kesehatan lainnya akan diproses Seiring organisasi profesi terkait.
Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di platform Threads pada 22 Juli 2026.