Senin, 24 Agustus 2026 – 17:00 WIB

Dairi, VIVA MedanRS (52), pelaku penganiayaan secara sadis terhadap terhadap dua bocah Nan merupakan mas beradik, Merupakan AGP (7) dan AP (6) di Kabupaten Dairi. ternyata output pemeriksaan urinenya, pelaku positif mengkonsumsi narkoba. 



Motif Dibalik Kasus Penganiayaan Dua Bocah di Dairi, Dipicu Soal Upah Asuh Rp500 Ribu

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dairi, Iptu Darman Lumbanraja kepada wartawan, di Mako Polres Dairi, Senin 24 Agustus 2026. Ia berbisik penyidikan kasus tersebut, Tetap berikut didalami pihak kepolisian hingga ketika ini. 

“Kemudian, data anyar Nan kami temukan, bahwa ternyata pelaku ini, juga positif memakai narkotika jenis sabu-sabu,” kata Iptu Darman Lumbanraja.


img_title

Bakar Lahan Demi Irit Biaya, Polri Tetapkan 72 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla

Berdasarkan informasi dihimpun bahwa orang Uzur korban ini, Tak Seiring mereka. Sang Bunda, bernama R Sianturi (53) dikabarkan sedang bekerja di sebuah Griya nyemil di Balige, Kabupaten Toba, dan bapak korban, sedang mendekam di penjara dikarenakan kasus narkoba.

Bunda korban menitipkan kepada RS ciptakan diasuh berbarengan upah per minggunya sebesar Rp 500 ribu. lagian, kedua korban selama ini, tinggal dan diasuh di Griya pelaku di jalur Merdeka, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.


img_title

Jeritan Pilu Dua Bocah di Kabupaten Dairi disinyalir Disiksa Bibinya: Bapak di Penjara dan Bunda Tak Tahu Kemana

Iptu Darman Lumbanraja, menerangkan antara Bunda korban dan pelaku saling tau. Sehingga dititipkan ciptakan diasuh kepada RS selama Bunda korban bekerja diluar wilayah. 

“ciptakan motifnya Ialah dikarenakan gaji Nan disepakati setiap Pekan Rp500.000 ini merasakan Hambatan, sehingga pelaku ini mengalami Tak raih dan melampiaskannya kepada si anak,” ucapan Darman.

RS, pelaku terjadinya dua korban saat diamankan Polres Dairi.

RS, pelaku terjadinya dua korban ketika ditangani Polres Dairi.

Photo :

  • baik Syahputra/VIVA Medan

internal pemeriksaan terhadap pelaku, Darman berbisik RS melaksanakan penganiayaan berbarengan memakai alat-alat Nan Eksis di Griya, seperti bersih-bersih, hanger, maupun sendal. Bahkan, memakai kayu roti ciptakan melaksanakan penganiayaan terhadap korban ini.

“Seluruh sekujur tubuh korban ini merasakan penganiayaan, mulai dari kepala dibenturkan, kemudian juga tangannya, bibirnya Eksis Nan dibakar memakai mancis,” ucapan Darman.

Darman berbisik penganiayaan berikut berulang kali dikerjakan pelaku terhadap dua bocah, mas beradik itu. Sehingga merasakan luka-luka di sekujur tubuhnya. 

“Kemudian perutnya Seluruh bekas luka penganiayaan Seluruh, kakinya juga, dan lengan sebelah kiri merasakan patah tulang dikarenakan didorong,” Jernih Darman.

Darman mengemukakan ciptakan mendapatkan perawat intensif, kedua korban dirujuk dari RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi ke Griya Sakit Biasa (RSU) Haji Medan. 

Halaman lalu

“ketika ini kondisi korban telah makin membaik, langsung ditangani penanganan pertama dari tim medis Griya Sakit Biasa Sidikalang dan ketika ini telah dirujuk ke Griya Sakit Haji di Medan ciptakan penanganan Nan extra baik,” ucapan Darman.

img_title



By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *