Pengabdian 3 ASN Korban Pembunuhan Sadis KKB Akan terus Dikenang

JAKARTA — Golongan Kriminal Bersenjata  (KKB) menembak Wafat tiga orang aparatur sipil republik (ASN) Dinas Pertanian  Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.  Tiga ASN Nan tewas Ialah Wili Mbuik (26), Aprida bersih (49), dan Alfonsius Albinus Meha (35).

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami kehilangan rekan sejawat Nan gugur ketika sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,”ujar Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Unit Jawa Barat V, drh. Mirjawal, Pekan (13/9/2026).

“gua mengutarakan duka cita Nan sedalam-dalamnya kepada keluarga drh. Alfan Mehan dan Bapak Aprida Rafi. Semoga almarhum mendapat Loka unggul di sisi Allah Ta’ala, dan keluarga Nan ditinggalkan disalurkan power serta ketabahan,” terus Beliau.

Mirjawal menegaskan, meninggalnya seorang dokter hewan ketika menjalankan tugas pelayanan merupakan kehilangan Akbar distribusi profesi dokter hewan Indonesia.

Menurutnya, dokter hewan Nan bekerja di lapangan, terutama di wilayah berbarengan kondisi geografis dan keamanan Nan Mempunyai tantangan besar, menjalankan tanggung respon Nan Tak enteng.

Mereka hadir ciptakan merawat kesehatan hewan, mendukung kesehatan masyarakat, merawat produksi dan ketahanan pangan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga wilayah Nan Susah dijangkau.

“drh. Alfan Mehan gugur bukan ketika meninggalkan tugasnya, tetapi Malah ketika sedang menjalankan pengabdian. Di kembali pelayanan peternakan dan kesehatan hewan Tiba ke pelosok, Eksis dokter hewan dan petugas lapangan Nan meninggalkan keluarga, menempuh medan Nan Tak praktis, dan melewati berbagai resiko agar pelayanan republik tetap hadir distribusi masyarakat,” katanya.

Beliau mengembangkan, tragedi ini perlu sebagai perhatian serius wewenang mengenai jaminan keamanan dan perlindungan distribusi dokter hewan serta seluruh petugas pelayanan publik Nan menjalankan tugas di wilayah berbarengan resiko keamanan besar.

“Tak boleh Eksis lagi dokter hewan, tenaga kesehatan hewan, ataupun petugas pelayanan publik Nan berangkat menjalankan tugas tak memakai perlindungan Nan memadai. Mereka hadir membawa pelayanan, bukan membawa ancaman. Keselamatan mereka harus sebagai bagian Nan Tak terpisahkan dari setiap penugasan di lapangan,” konfirmasi Mirjawal.

 

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *