Jakarta

Kasus pembunuhan brutal Nan dijalankan model Usul Mesir, Omaima Nelson, bukanlah kisah anyar. Namun, kisahnya kembali disorot dikarenakan mendalam kejahatannya Nan mengerikan. Ia dinyatakan bersalah atas pembunuhan, mutilasi, hingga tindakan kanibalisme terhadap lelakinya sendirian, Bill Nelson.

bagian dalam persidangan, Omaima sempat memberikan pembelaan dan mengaku menyesal. Namun, tapak pembunuhan Nan dilakukannya tergolong sangat sadis hingga Susah mendapatkan pembebasan bersyarat.

“Kalau Saya Tak membela Hayati Saya, Saya Nan akan Wafat. Saya menyesal ini melangkah, tapi Saya bersyukur Saya selamat. Saya menyesal telah memutilasi Beliau,” ujarnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa ini melangkah pada 1991, ketika Omaima berusia 23 tahun. Ia Berjumpa Bill, seorang pilot berusia 56 tahun, di sebuah bar biliar di Huntington Beach. Interaksi mereka berkembang Sigap hingga memutuskan menikah hanya bagian dalam hitungan masa.

Namun, pernikahan lekas itu berubah berperan tragedi. turun dari sebulan setelah menikah, insiden berdarah melangkah di apartemen mereka. Omaima mengaku diserang ketika lelakinya mengikatnya di Loka istirahat sebagai bagian dari permainan seksual, dan ia panik ketika permintaannya ciptakan berhenti diabaikan.

bagian dalam kondisi terdesak, ia melawan. Omaima memukul kepala lelakinya berbarengan lampu, menusuknya berbarengan gunting, Lampau menghantamnya berbarengan setrika hingga tewas.

Setelah itu, situasi berubah makin mengerikan. bagian dalam kesaksiannya, Omaima mengaku berada bagian dalam kondisi seperti “Tak sadar” selama berjam-jam ketika ia memutilasi tubuh lelakinya dan merebus pas melimpah orang bagian tubuh.

Polisi kemudian menemukan berbagai barang data di apartemen mereka, termasuk potongan tubuh Nan dimasak, bagian tubuh Nan disimpan di freezer, hingga alat-alat Nan disinyalir digunakan ciptakan mutilasi. Ia juga mengaku merebus tangan korban ciptakan menghapuskan sidik jari dan membuang Residu-Residu tubuh melalui saluran pembuangan.

bagian dalam persidangan, seorang psikiater menyingkap pengakuan mengejutkan: Omaima dikatakan mengenakan sepatu, topi, dan lipstik merah ketika memotong serta memasak tubuh lelakinya. Ia bahkan dikatakan menyiapkan iga korban seperti hidangan restoran dan menyebutnya “sangat menarik”.

Omaima ditahan pada 2 Desember 1991 ketika mengemudikan mobil sport milik lelakinya. Di bagian dalam mobil tersebut, polisi menemukan kantong berisi potongan tubuh korban.

Meski saat ini memenuhi syarat ciptakan pembebasan bersyarat, Omaima telah dua kali ditolak. wewenang mengevaluasi ia Tetap berbahaya.
“Komisioner mengevaluasi Omaima Tak mendapatkan diprediksi dan berperan ancaman serius sebar keselamatan publik,” demikian pernyataan Majelis pembebasan bersyarat California.

(kik/kik)

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *