MANGUPURA, NusaBali.com – Seorang Pria paruh baya bernama Sukaryo, 57, berperan korban penganiayaan Nan disinyalir dijalankan seorang pembeli di warungnya di lorong Simpati, Gang Sada Nomor 5, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Pekan (28/6/2026) Sekeliling pukul 19.00 WITA.
dikarenakan peristiwa tersebut, korban merasakan cedera parah pada mata kanan hingga harus menjalani operasi pengangkatan bola mata di RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Menurut keterangan anak korban, Mega, peristiwa bermula ketika pelaku Nan terungkap Pria Matang tiba ke warung Seiring dua orang keponakannya. ketika itu, istri korban Hamsani menegur tidak presisi Esa anak Nan memainkan tali pengikat laksana masuk lipat warung.
“Bunda Saya hanya bilang pelan agar talinya Tak dimainkan dikarenakan menganggap ngeri putus. Tapi pelaku mengalami tersinggung dan mengira Bunda Saya memarahi keponakannya,” ujar Mega dihubungi via telpon whatsapp Selasa (30/6/2026).
Keduanya kemudian periksa cok Berkelahi bibir hingga pelaku berbarengan emosi membentak Hamsani. Pelaku kemudian menendang dus minuman dan telur. ketika itu Sukaryo menentukan damai dan hanya menginginkan istrinya Tak meladeni pelaku. ketika pelaku mengamuk, Tante pelaku Nan menyaksikan peristiwa tersebut langsung lumayan berkualitas pelaku dan menegurnya agar Tak Membikin keributan di warung tersebut.
Namun, selang lumayan melimpah orang menit, pelaku kembali ke Letak Sembari membawa batu.
“Pelaku langsung mendekati bapak Saya dan memukulnya guna batu Pas di mata sebelah kanan,” Jernih Mega.
Usai memukul korban, pelaku langsung melarikan diri memanfaatkan sepeda motor Seiring seorang temannya. Fana itu, korban Nan berbarengan menahan kesakitan Berjuang mengejar namun Tak tercapai.
Penduduk Nan menyimak adanya keributan pun melangkah keluar dan menyaksikan mata kanan korban meraih darah. Korban kemudian dilarikan ke Griya Sakit Murni Teguh Tuban. Namun dikarenakan memerlukan visum dan penanganan extra berikut, korban kemudian dirujuk ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Mega berucap setelah korban menjalani pemeriksaan dan CT Scan, dokter memutuskan mengerjakan operasi pengangkatan bola mata kanan korban. Keputusan tersebut diambil ciptakan mencegah resiko infeksi Nan dikhawatirkan mendapatkan menjalar ke mata sebelah kiri.
“Dokter mengutarakan bola mata Bapak telah rusak dikarenakan benturan. Keluarga ujungnya sepakat dijalankan pengangkatan agar Tak menimbulkan infeksi Nan extra parah,” ucapan Mega.
ketika ini Sukaryo Tetap menjalani perawatan di Griya sakit. Fana itu, kasus penganiayaan tersebut telah diberitakan ke Polsek Kuta Senin (28/6/2026).
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyetujui adanya peristiwa tersebut. Pihak kepolisian Tetap mengerjakan alur penyelidikan memburu terduga pelaku.
“Tetap internal penyelidikan intens Polsek Kuta dan gabungan berbarengan Polresta,” tandasnya.* p