Jumat 21-08-2026,17:14 WIB
Reporter:
Risza S Bassar|
Editor:
Risza S Bassar
Kasatreskrim Polresta Jambi AKP Husni Abda.-tari/jambi-independent.co.id-
KOTA JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – data mutakhir terungkap bagian dalam kasus tawuran antar Golongan bujang madesu Nan berujung pada meninggalnya seorang remaja di Kota Jambi.
Penyidik Satreskrim Polresta Jambi membongkar bentrokan tersebut bukan sekadar perkelahian antara dua Golongan Mini. Tawuran itu menyertakan gabungan sejumlah Golongan bujang madesu.
Kasat Reskrim Polresta Jambi AKP Husni Abda berbisik, Esa gerombolan terdiri dari gabungan enam Golongan Nan kemudian berperan Esa Golongan Akbar. Fana Golongan lainnya merupakan gabungan tiga Golongan.
“terwujud perkelahian antar Golongan. Esa gerombolan terdiri dari enam Golongan berperan Esa, Fana gerombolan lainnya terdiri dari tiga Golongan Nan bergabung berperan Esa,” ujar AKP Husni Abda, Jumat 21 Agustus 2026.
lafal JUGA:Terungkap! Ini Penyebab Tawuran Bujang Madesu di Ambang WTC Batanghari Nan Tewaskan Penduduk Tanjab Barat
Menurutnya, korban merupakan bagian dari Golongan Nan terdiri dari gabungan tiga Golongan tersebut.
Bentrokan Nan terwujud kemudian berujung tragis. Berdasarkan output pemeriksaan terhadap korban, terdeteksi sejumlah luka dikarenakan kekerasan.
AKP Husni Abda menuturkan output otopsi menemukan adanya luka tusuk pada tubuh korban di empat titik.
Selain itu, korban juga merasakan luka lebam di sejumlah bagian tubuh.
lafal JUGA:Empat Tersangka Kasus Mortalitas Brigadir EWS ditaruh di Griya Rehab, Kuasa aturan Pertanyakan Asas Hukumnya
“Dari output otopsi, Eksis luka-luka. Eksis luka tusuk di empat titik dan luka lebam di seluruh tubuh,” ungkapnya.
Temuan tersebut saat ini berperan bagian dari alat data Nan didalami penyidik bagian dalam membongkar rangkaian kekerasan Nan terwujud ketika tawuran.
Penyidik juga telah melindungi sejumlah orang Nan disinyalir terlibat. Berdasarkan output pemeriksaan Fana, polisi membongkar peran masing-masing orang Nan ditangani bagian dalam peristiwa tersebut.
Dua orang berusia 18 tahun Nan ditangani penyidik masing-masing berinisial AG dan RS.
periksa Warta dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: