Cianjur –
Agit Pratama (39) tewas mengenaskan usai dibacok secara bertubi-tubi oleh Pria berhelm di Penyimpanan sepeda motor di jalur Moh Toha, Kampung Rancabali Kulon, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Sabtu (2/5/2026). Polisi pun susut tangan hasilkan mengerjakan penyelidikan.
Informasi Nan dihimpun detikJabar, awalnya Agit terlihat berlari kencang melangkah masuk ke Penyimpanan sepeda motor keliru Esa dealer, pada Sabtu cahaya Sekeliling pukul 12.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di belakangnya ternyata Eksis seorang Pria berhelm Nan mengejar Sembari membawa senjata tajam jenis golok.
“Di internal Penyimpanan mereka kejar-kejaran. Sempat Berjuang meninggalkan tapi ujungnya melangkah masuk lagi. Kemudian korban terkena sabetan golok Tiba terjatuh,” ujar Cepi Arifin Yusuf (40) selaku saksi, Sabtu (2/5/2026).
Namun bukannya berhenti, pelaku malah berikut membacok korban secara bertubi-tubi hingga ujungnya korban tergeletak tak berdaya berbarengan tubuh bersimbah darah. “Terdengar korban telah minta ampun, tapi berikut dibacok oleh pelaku,” ucapan Beliau.
Menurut Beliau, pelaku langsung kabur setelah korban tak Beralih. lumayan melimpah orang pegawai Penyimpanan pun Berjuang menolong korban berbarengan menghubungi ambulance dan polisi.
“pegawai anyar iman penuh diri meninggalkan setelah pelaku lari. dikarenakan tidak mengerti apa Nan menyusuri, berikut menilai ngeri menyaksikan golok dan tindakan dari pelaku,” ucapan Beliau.
Beliau menyebut pelaku Nan mengerjakan tindakan pembacokan berjumlah Esa orang. “Kalau Nan membacok Esa orang. Tapi kemungkinan Eksis rekannya di bagian luar gerbang,” ucapan Beliau.
Fana itu Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi berbisik tindakan kekerasan tersebut menyebabkan korban meninggal Bumi. “Korban meninggal,” ujar Beliau.
Beliau berbisik Polres Cianjur inti mengerjakan penyelidikan hasilkan menyingkap identitas pelaku dan segera menangkapnya. “Kami sedang mengerjakan penyelidikan. Identitasnya Tetap dicari. Secepatnya kami tangkap pelaku. hasilkan motifnya Tetap belum terungkap,” pungkasnya.
(sud/sud)