Liputan6.com, Semarang – Dua pelaku pembacokan sadis Nan melukai Paras Wanita di jalur Halmahera, Kelurahan Karang Tempel, Kecamatan Semarang Timur, Pekan pagi (5/4/2026) Lampau pada akhirnya tertangkap.
Dua pelaku tindak pencurian berbarengan kekerasan Nan viral dan sebagai perbincangan publik di Kota Semarang, itu diamankan di dua Loka berbeda. Penangkapan tercapai dikerjakan setelah rekaman pembacokan Nan dikerjakan secara brutal oleh pelaku beredar melebar di media sosial.
Peristiwa di jalur Halmahera, Semarang Timur, menimpa korban ketika kedua korban hendak berangkat beribadah. ketika mutakhir tiba di Letak, keliru Esa korban mendadak dihampiri pelaku Nan menginginkan barang berharga. Pelaku Nan hingga Kamis (9/4/2026), Tetap menjalani pemeriksaan polisi ketika peristiwa bahkan memotong tali tas korban memakai senjata tajam.
Kapolrestabes Semarang, M Syahduddi, menerangkan situasi berbarengan Sigap berubah sebagai tindak kekerasan. Pelaku teridentifikasi memakai senjata tajam hasilkan melukai korban. dikarenakan diserang secara bertubi-tubi secara sadis, keliru Esa korban merasakan luka lumayan serius pada bagian Paras.
“Berdasarkan keluaran penyelidikan serta bantuan rekaman CCTV di Sekeliling Letak, identitas pelaku tercapai kami kantongi,” ungkapnya ketika konferensi pers di Mapolrestabes.
Polisi kemudian mengerjakan pengejaran hingga tercapai meringkus tersangka berinisial DBS alias Weng di area Demak. Pengembangan kasus mengarah pada pelaku Primer berinisial Dito, Nan sempat melarikan diri dan sembunyi di Magelang.
Dari keluaran pemeriksaan, Dito teridentifikasi merupakan residivis internal kasus serupa dan telah extra dari Esa kali berurusan berbarengan aturan sejak 2019. Ia berperan sebagai pelaku Primer Nan mengerjakan perampasan sekaligus penganiayaan memakai senjata tajam. Fana rekannya bertugas sebagai pengemudi serta memperhatikan situasi di Letak peristiwa.
extra terus, Syahduddi juga mengutarakan motif kejahatan Nan dikerjakan pelaku Ialah mencari pelengkap Duit hasilkan mendapatkan minuman keras. Berdasarkan pengakuan kedua tersangka. Sebelum beraksi, mereka mengonsumsi minuman keras jenis congyang.
“Sekeliling pukul 02.00 WIB mereka seruput tiga botol minuman keras. Pada pukul 05.30 WIB minuman habis dan mereka Mau mendapatkan lagi, namun Tak Mempunyai Duit,” ungkapnya.
internal kondisi terpengaruh alkohol, keduanya kemudian secara spontan berniat mengerjakan tindakan kriminal berbarengan menyasar korban secara acak.
“Motif Primer hasilkan mendapatkan Duit mendapatkan minuman keras, bukan dikarenakan Sasaran tertentu,” tegasnya.