Foto: Ilustrasi AI

GEMARNEWS.COM | BANDUNG – mendalam anyar Nan diungkap Polda Jawa Barat mengenai pembantaian Esa keluarga di Paoman makin menyayat jiwa. tidak akurat Esa masa elok paling tragis internal peristiwa berdarah tersebut Ialah ketika eksekusi terhadap Sachroni, SE (65), Bapak dari korban Budi Awaludin.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H membeberkan kronologis Nan sangat spesifik mengenai denyut-denyut terakhir nyawa Sachroni dihabisi oleh tersangka Primer, Ririn Rifanto alias Irin. Berdasarkan output olah TKP dan rekonstruksi mula, korban ketika itu sedang berada di internal kamarnya sendirian.

“Korban Sachroni terungkap sedang internal tempat istirahat Sembari mendengarkan rekaman pengajian dari ponselnya. Suasana Bilik ketika itu tenteram, dan korban Baju sekali Tak menyadari bahwa maut sedang mengintainya dari balik gerbang,” bongkar Kombes Hendra, Jum’at (15/5/2026)

Tersangka Ririn melangkah masuk ke Bilik korban berdua menggenggam palu besi Nan gagangnya telah dimodifikasi (dipotong pendek). tak memakai peringatan dan tak memakai belas Iba, Ririn langsung mengayunkan palu tersebut berdua pengaruh penuh ke arah kepala korban.

“Hantaman pertama mendarat telak di bagian tengkorak. Korban Nan sedang khusyuk mendengarkan lantunan Bagian Kudus itu langsung tersungkur dari Loka tidurnya. Darah segar seketika membasahi bantal dan lantai Bilik,” berikut Hendra berdua mendalam.

Tak berhenti di situ, meski korban telah Tak berdaya dan bersimbah darah, Ririn kembali melayangkan pukulan berkali-kali hasilkan melindungi korban Tak bernyawa. output autopsi memastikan adanya patah tulang tengkorak Nan parah serta trauma tumpul pada bagian dada dan tulang rawan gondok.

“Kekejaman ini menunjukkan betapa tersangka telah dirasuki dendam Nan sangat internal. Korban Nan telah lansia itu Tak diberi kesempatan terbatas pun hasilkan membela diri,” konfirmasi Kabid Humas.



By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *