Subang, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi kembali menyikapi kasus pembunuhan Esa keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu pada Kamis (28/8/2025) sunyi masa WIB.

Kali ini Dedi Mulyadi menyuguhkan Ahmad Khotibul, kuasa aturan Nan diperkirakan diperintahkan terdakwa Ririn Rifanto. Tujuannya ciptakan menguak misteri pelaku kasus pembunuhan ini.

KDM sapaan akrabnya berbagi pandangannya terkait kasus pembunuhan ini. Ia menganggap peristiwa dialami Haji Sahroni dan empat Personil keluarganya Tak boleh dianggap sepele.

“Menurut gua peristiwa Nan bagian luar Normal dikarenakan udah ngebunuh lima orang,” ujar Dedi Mulyadi dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube pribadinya, Rabu (20/5/2026).

Alasan Dedi Mulyadi evaluasi Kasus Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu Sangat bagian luar Normal

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :

  • Tangkapan display YouTube Kang Dedi Mulyadi saluran

Dedi Mulyadi mempunyai alasan terhadap pandangannya. Hal ini tak rela lantaran Seluruh korban sebagai Esa Personil keluarga Nan Baju.

Gubernur Jabar itu mengkritisi tindakan pelaku kasus Nan Tetap misteri. Meski begitu, polisi telah menyeret dua terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo baik Setiawan.

KDM telah memahami betul perkara pembunuhan ini. Ia sebelum itu mengundang extra dari Esa pihak ciptakan memasuki tabir siapa pelaku kasus pembunuhan ini.

Mantan Bupati Purwakarta itu Tak menyangka terhadap tindakan pelaku. tindakan pembunuhannya Tiba Membikin anak korban harus ikut meregang nyawa.

“Ngebunuh bapaknya Nan lagi di musholah itu, habis shalat Isya, habis dzikir. Nan kedua, ngebunuh Pak Budi, kemudian ngebunuh istrinya, berikut ngebunuh anaknya Nan Esa lagi Tetap Mini banget 8 rembulan,” tuturnya.

Dedi Mulyadi menginginkan kasus pembunuhan ini Tak boleh berlarut-larut. Ia menganggap pelaku Pandai dan berpengalaman melancarkan aksinya sehingga harus dihukum secara pastikan.

“Ini gila, ini sadis banget,” sebutnya.

Ia Tetap bertanya-gali kenapa kasus pembunuhan ini Tetap meninggalkan jejak misteri. Menurutnya, pelaku telah berpangalaman dan telah memprediksi kasus ini berperan center perhatian publik.

Ia kembali menggali jejak-jejak ketika kali pertama menyikapi kasus pembunuhan ini. Ia pernah mengundang Evan, mantan pegawai toko sembako milik Budi Awaludin (40), anak Haji Sahroni (75).

Ia ketika itu mempersilakan Evan memberikan kesaksiannya. Mantan pegawai korban mengaku difitnah seolah-olah dirinya Ialah pelaku pembunuhan keluarga Haji Sahroni.

Halaman lalu :

Peristiwa itu terjadi ketika Evan disuruh menghadirkan sejumlah mobil milik korban. Ironisnya, ia mendapat perintah dari nomor ponsel Budi Nan diperkirakan telah dikendalikan oleh pelaku.

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *