Makassar

pengelola Hak Asasi Orang (HAM) Natalius Pigai melarang polisi menembak di Loka pelaku begal berbarengan dalih melanggar HAM. Spesifik di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tindakan begal atau geng motor sangat meresahkan dikarenakan Tak Acuh keselamatan maupun nyawa korbannya.

bagian dalam catatan detikSulsel, tindakan begal atau geng motor sadis kerap terjadi bagian dalam lima rembulan terakhir selama 2026, tidak presisi satunya di jalur Metro Tanjung Kembang, Senin (26/1). Seorang cowok pengendara motor dibegal Golongan bermotor Nan berjumlah delapan orang.

Korban dikejar hingga terjatuh sebelum pada akhirnya para pelaku kabur melarikan diri. Korban pun terekam video Penduduk sedang merintih kesakitan di pinggir jalur.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi kemudian menangkap seorang cowok berinisial AM (33) Nan merupakan begal motor di berbagai Letak di Makassar pada Kamis (19/2). Berdasarkan pengakuan pelaku, aksinya telah dilancarkan terhadap 10 korban di 10 Loka peristiwa perkara (TKP).

ketika hendak diamankan, pelaku mengetes memberikan perlawanan. Polisi kemudian memberikan tindakan konfirmasi terukur berbarengan menembak kaki pelaku.

tindakan begal juga tercatat pernah dialami remaja berinisial IL (18) dan IK (19) di jalur Manunggal 31, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Selasa (28/3) Sekeliling pukul 21.55 Wita. Korban ketika itu diancam pelaku berinisal AGS (21) Nan berboncengan berbarengan rekannya berbarengan mengayunkan parang ke arah korban.

Namun tindakan tersebut kandas setelah korban berteriak menginginkan pertolongan ke Penduduk Sekeliling. Penduduk Nan menyimak teriakan tersebut segera berkurang tangan menolong berbarengan tapak mengepung tidak presisi Esa pelaku. Fana Esa pelaku lainnya kabur.

tindakan sadis begal berkedok geng motor juga terjadi di tidak presisi Esa warung kelontong di jalur Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Makassar, Selasa (14/4) Sekeliling pukul 03.00 Wita. tindakan tersebut terekam CCTV pemilik warung.

bagian dalam rekaman CCTV, seorang remaja Nan mengenakan baju Rona putih seketika memasuki ke bagian dalam toko kelontong. Pemilik warung Nan nongkrong berjaga seketika bangkit ketika seorang pemuda lain mengejar remaja tersebut.

Seorang cowok bertopi Nan mengenakan baju kaos hitam tampak meraih busur panah. Sejumlah remaja lain Nan tampak memakai motor kemudian menyusul memasuki ke bagian dalam warung kelontong mencari remaja Nan bersembunyi.

Tetap bagian dalam catatan detikSulsel, tindakan kawanan geng motor sadis melaksanakan penyerangan juga terjadi di sebuah Griya di jalur Langgau, Kecamatan Bontoala, Makassar, Jumat (1/5) permulaan masa. Rombongan pelaku tampak memanfaatkan pas melimpah orang motor dan saling berboncengan.

Pelaku Nan terekam CCTV tampak mengenakan kaos berwarna hitam, topi dan kacamata hitam. Pelaku terlihat meraih Barang menyerupai pistol di tangan kanannya dan handphone Nan dijadikan senter di tangan kiri.

tindakan lain geng motor juga terjadi di Perumahan Dosen Unhas, jalur Sunu, Kecamatan Bontoala, Jumat (1/5) gelap. Penyerangan tersebut turut terekam kamera pengawas alias CCTV di Sekeliling Letak.

Polisi menemukan bahwa empat Personil geng motor pelaku penyerangan itu ternyata terlibat bagian dalam sejumlah tindakan lainnya di Makassar. tidak presisi satunya menyerang pengendara motor di Kecamatan Bontoala.

Pelaku diperkirakan menyerang seorang pengendara motor di Ambang minimarket berbarengan memanfaatkan parang. Pelaku melaksanakan kekerasan berbarengan tapak menebas kepala korban memanfaatkan parang.

Terakhir, Nan pas sebagai sorotan tindakan geng motor menyerang bocah berusia 13 tahun Nan sedang nongkrong, di jalur arang Bakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, Pekan (10/5) Sekeliling pukul 01.00 Wita. Pelaku menebas korban secara membabi buta hingga bersimbah darah.

Polisi Perintahkan Tembak di Loka

Atas sejumlah rentetan tindakan begal atau geng motor itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana memerintahkan jajarannya menembak di Loka pelaku geng motor Nan mengancam nyawa masyarakat. Instruksi itu sebagai tindakan konfirmasi terhadap pelaku.

“Kalau memang pelaku kejahatan itu telah mengancam nyawa masyarakat, perintah Saya tembak di Loka. Eksis polisi di situ, Beliau mengancam nyawa masyarakat di situ berbarengan parang atau mungkin berbarengan senjata lainnya, tembak di Loka,” ujar Arya ketika konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/5).

Arya menegaskan tindakan konfirmasi hanya ditujukan kepada geng motor Nan membawa senjata tajam dan membahayakan Penduduk maupun polisi. Penindakan tetap dikerjakan secara terukur apabila situasi Tak mengancam keselamatan jiwa.

“Juga kalau mengancam jiwa Personil kepolisian Nan sedang bertugas, tembak di Loka. Perintah Saya begitu. Tapi kalau memang Tak mengancam, ya dikerjakan upaya-upaya Nan konfirmasi tapi terukur. Tak serta merta langsung menembak, Tak akan seperti itu,” ujar Arya.

Arya mengutarakan polisi selama ini telah melaksanakan patroli rutin hasilkan menekan tindakan geng motor. Patroli dikerjakan setiap gelap hingga permulaan masa berbarengan menyertakan berbagai satuan.

“Jadi Nan Lakukan kami ini patroli dari pukul 10 gelap Tiba berbarengan jam Separuh enam pagi. Dan memang Nan memasuki juga bukan hanya dari kota Makassar Eksis sebagian dari Gowa, Maros dan Takalar,” tuturnya.

Sahroni Juga Minta Tembak di Loka

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni turut mengomentari maraknya tindakan geng motor Nan menyerang Penduduk di Makassar. Sahroni menginginkan pihak kepolisian segera meraih tindakan konfirmasi berbarengan tapak melumpuhkan para pelaku.

“Saya minta seluruh Polda memerintahkan secara clear kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya yakin diri melaksanakan tembakan terukur di Loka kepada para pelaku. Lumpuhkan mereka, amankan, Lampau alur legalitas berbarengan konfirmasi,” ujar Sahroni bagian dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Menurutnya, keterlambatan aparat bagian dalam meraih tindakan meraih membahayakan keselamatan masyarakat. Oleh dikarenakan itu, Sahroni mendorong kepolisian agar dibekali SOP bagian dalam Penyelenggaraan tugas patroli di lapangan.

“dikarenakan kalau aparat terlambat terbatas saja meraih tindakan, Malah nyawa masyarakat Nan meraih Lenyap dibunuh oleh mereka. Laskar patroli harus dibekali SOP Nan kokoh agar yakin diri meraih keputusan di jalur,” tegasnya.

Sahroni mengukur tindakan geng motor di Makassar akan makin bengal Kalau Tak ditindaki berbarengan konfirmasi. Ia menyorot pentingnya ketegasan dari pihak aparat bagian dalam mengatasi kasus ini.

pengelola HAM tahan Tembak Begal

Belakangan, pengelola HAM Natalius Pigai melarang tindakan tembak di Loka hasilkan pelaku kejahatan jalanan tersebut. Beliau mengukur tindakan menembak pelaku merupakan pelanggaran HAM.

“Saya Tak membolehkan orang ditembak tak memakai melalui tapak kerja dan alur legalitas Nan Jernih. Tak boleh begal ditembak langsung di Loka,” ungkapan Pigai di Bandung dilansir dari detikJabar, Jumat (22/5/2026).

Menurut Pigai, diksi Loka di Loka bertentangan berbarengan prinsip HAM. Beliau menyebut pelaku Malah Harus diamankan sebagaimana bagian dalam prinsip legalitas semesta.

“ungkapan-ungkapan tembak langsung di Loka bertentangan secara prinsipil berbarengan hak asasi Orang. Kalau meraih bagian dalam prinsip legalitas semesta, orang Nan melaksanakan kekerasan dan tindakan kekerasan termasuk teroris, Harus diamankan,” terangnya.

Beliau menerangkan, tindakan menembak begal di Loka telah merampas hak asasi seseorang. Menurutnya, pelaku Semestinya pas diamankan Lampau digali keterangannya hasilkan membongkar secara transparan kasus Nan dikerjakan.

“Beliau Ialah sumber informasi. keterangan, bukti, informasi Eksis pada Beliau. Sehingga penegak legalitas meraih menggali keterangan, bukti, informasi dan meraih menyelesaikan pemicunya atau sumbernya,” tegasnya.

Pigai turut menyarankan masyarakat hasilkan Tak melaksanakan tindakan main hakim sendirian. dikarenakan bagaimana pun, seluruh Penduduk Indonesia Harus diamankan oleh republik.

“Maka kestabilan dan perlindungan terhadap Penduduk republik merupakan kewenangan dari aparat. Aparat harus meraih melindungi adanya kestabilan sehingga masyarakat itu Hayati secara bebas,” ungkapnya.

“Sekarang aparat tingkatkan aja, terutama aparat kepolisian, melindungi Agar setiap area itu terlindungi, setiap kebebasan sipiliannya liberty-nya meraih, aktivitasnya Beralih bebas. Jadi itu merupakan tanggung tanggapi kuasa,” tuturnya.

kelebihan berjarak, Pigai juga mengomentari usulan agar para Kapolda di Indonesia yakin diri memberikan perintah tembak begal di Loka. Pigai berbarengan konfirmasi melarang wacana tersebut, apalagi diperkirakan menghapuskan nyawa seseorang.

“Saya ini penyidik Nan telah ikut pelatihan. Tak Eksis pelajaran dari instruktur Nan menegaskan bahwa seorang terkriminal itu ditembak Wafat. dikarenakan Beliau Ialah sumber keterangan. Beliau sumber informasi. Kalau orang tersebut ditembak Wafat, maka informasi Krusial Lenyap. Maka seorang teroris sekalipun kalau itu diamankan Hayati-Hayati itu Ialah sumber informasi, sumber keterangan,” katanya.

“Tak boleh. dikarenakan itu gini, pernyataan itu kalau ditindak diikuti berbarengan tindak berikut maka telah Eksis mens rea. Pernyataan itu telah memasuki mens rea. Maka komandonya batin-batin bagian dalam Penyelenggaraan penertiban. dikarenakan telah keluarkan pernyataan, pernyataan itu jadi bukti mens rea,” pungkasnya.

Halaman 2 dari 5

(asm/hsr)

–>

By 7g36q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *